Tak terasa, umat Islam akan segera memasuki bulan Syaban. Bulan kedelapan dalam kalender Hijriah ini dikenal memiliki banyak keutamaan.
Bulan Syaban berada tepat sebelum bulan Ramadhan, sehingga sering disebut sebagai waktu untuk mempersiapkan diri. Karena itu, mengetahui jadwal awal bulan ini membantu umat Islam menyiapkan diri dan meningkatkan ibadah.
Lantas, 1 Syaban 2026 jatuh pada tanggal berapa?
Diketahui, kalender Hijriah memiliki metode penghitungan yang berbeda dengan penanggalan Masehi. Maka dari itu, perlu dilakukan konversi ke kalender Masehi untuk mengetahui awal bulan Syaban 2026 dimulai.
Untuk memudahkan, infoSusel akan menyajikan konversi 1 Syaban 2026 beserta amalan yang dianjurkan bagi umat Islam. Selain itu, artikel ini juga akan memaparkan keutamaan bulan Syaban.
Yuk, simak selengkapnya berikut ini!
Pemerintah menetapkan 1 Syaban 1447 H/2026 M jatuh pada Selasa, 20 Januari. Ketetapan ini dapat dilihat dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI.
Perlu dicatat bahwa pergantian hari pada kalender Hijriah terjadi pada waktu Maghrib. Dengan demikian, 1 Syaban 1447 H dimulai sejak Maghrib pada Senin, 19 Januari 2026 dan berakhir menjelang waktu Maghrib pada Selasa, 20 Januari 2026.
Agar lebih jelas, berikut jadwal 1 Syaban 2026:
Berdasarkan kalender Hijriah tersebut, bulan Syaban 2026 diprakirakan berlangsung selama 30 hari, yakni hingga Rabu, 18 Februari 2026.
Dilansir dari buku ‘Kalender Ibadah Sepanjang Tahun’ karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, berikut adalah sejumlah amalan yang dianjurkan bagi umat Islam untuk diamalkan pada bulan Syaban, termasuk 1 Syaban:
Membaca doa saat memasuki bulan Syaban termasuk amalan yang kerap dilakukan oleh Rasulullah SAW. Doa ini sebaiknya dibaca berulang kali pada 1 Syaban untuk memperoleh pahala yang besar.
Adapun doa yang dibaca Rasulullah apabila tiba bulan Syaban adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Arab Latin: Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya’baana wa ballighnaa ramadhaana.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”
Amalan berikutnya yang dapat diamalkan pada 1 Syaban adalah berpuasa. Hal ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW yang berpuasa hampir sebulan penuh pada bulan Syaban, sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:
Aisyah berkata, “Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan. Dan, saya juga tidak pernah melihatnya sangat banyak melakukan puasa selain pada bulan Sya’ban.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun disebutkan bahwa berdzikir menjadi amalan yang dianjurkan sepanjang bulan Syaban, termasuk pada 1 Syaban. Berdzikir merupakan wujud penghambaaan dan ketaatan kepada Allah SWT.
