Empat oknum Brimob di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), kini diproses Propam buntut aksinya menembaki warga di lokasi tambang ilegal. Seorang warga dilaporkan terkena tembakan tersebut.
Peristiwa itu terjadi di Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Kamis (8/1) sekitar pukul 11.00 Wita. Empat oknum Brimob yang diamankan masing-masing berinisial Bharaka ALB, Bharatu IC, Bharatu MY, dan Bharaka RJS.
Kasi Humas Polres Bombana Iptu Abdul Hakim mengatakan keempat oknum Brimob itu awalnya meminta warga menghentikan aktivitas penambangan batu ilegal.
“Menurut informasi awal, kejadian dimulai ketika sejumlah orang yang diduga sebagai personel Brimob datang ke lokasi tambang dan memberikan peringatan untuk menghentikan aktivitas,” kata Hakim dalam keterangannya, Kamis (8/1).
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Dirangkum infoSulsel, Minggu (11/1/2026), berikut 4 fakta empat oknum Brimob tembaki warga di tambang ilegal Bombana:
Situasi di lokasi tambang tidak kondusif usai warga diminta menghentikan aktivitasnya oleh keempat oknum Brimob tersebut. Personel Brimob dan warga pun terlibat cekcok.
“Situasi kemudian menjadi tidak terkendali dikarenakan terjadi adu mulut antara masyarakat dengan personel Brimob. Akibatnya (cekcok dengan warga) terjadi tembakan,” ungkap Hakim.
Dia mengungkapkan empat anggota Brimob yang terlibat penembakan itu dari Resimen II Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri. Keempatnya pun telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Kejadian tersebut diduga melibatkan empat personel Resimen 2 Korps Brimob. Keempatnya langsung diamankan,” bebernya.
Satu warga dilaporkan terluka akibat terkena tembakan. Korban kini dirawat di Rumah Sakit Tanduale Bombana.
“Satu korban dalam insiden ini mengalami luka tembak pada punggung kaki sebelah kiri,” kata Hakim.
Hakim tidak mengungkapkan identitas korban dan oknum polisi yang melepaskan tembakan. Namun dia memastikan bahwa korban telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
“Korban saat ini telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Tanduale Bombana,” bebernya.
Paur Subbid Penmas Bid Humas Polda Sultra Ipda Hasrun mengungkapkan aksi penembakan dilakukan satu orang yakni Bharaka ALB. Sedangkan tiga lainnya ikut diamankan karena berada di lokasi kejadian.
“Untuk terduga pelaku penembakan adalah Bharaka ALB. Sedangkan tiga anggota lainnya diamankan untuk diperiksa karena berada di lokasi saat kejadian,” beber Hasrun dalam keterangannya, Sabtu (10/1).
Dia mengungkapkan keempat personel polisi itu kini sedang menjalani pemeriksaan secara intensif. Polda Sultra juga terus berkoordinasi dengan satuan induk tempat keempat anggota itu bertugas.
“Oknum anggota Brimob masih pendalaman oleh Bid Propam Polda Sultra dan berkoordinasi dengan Korps Brimob Polri,” ujarnya.
Hasrun juga mengungkapkan keempat oknum polisi itu berada di lokasi karena mendapat laporan dari masyarakat soal adanya aktivitas penambangan ilegal di kawasan PT Batu Sinabar. Kawasan itu diduga dikelola di dua titik oleh segelintir orang dengan cara ilegal.
“Di lokasi terdapat dua titik penambangan ilegal. Satu titik dikelola oleh pria berinisial R dan satu titik lainnya dikelola oleh pria berinisial B,” bebernya.
Saat itu, kedatangan keempat oknum polisi itu untuk melakukan penertiban. Namun, kata dia, mereka diadang oleh sejumlah warga hingga insiden penembakan pun terjadi.
“Saat melakukan penertiban itu terjadi (penembakan). Korban mengalami luka tembak di kaki, dan peluru yang mengenai korban diduga berasal dari senjata milik Bharaka ALB,” pungkasnya.
1. Oknum Brimob Tembaki Warga
2. Warga Luka Kena Tembakan
3. Tembakan dari Bharaka ALB
4. Oknum Brimob Berniat Menertibkan
Satu warga dilaporkan terluka akibat terkena tembakan. Korban kini dirawat di Rumah Sakit Tanduale Bombana.
“Satu korban dalam insiden ini mengalami luka tembak pada punggung kaki sebelah kiri,” kata Hakim.
Hakim tidak mengungkapkan identitas korban dan oknum polisi yang melepaskan tembakan. Namun dia memastikan bahwa korban telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
“Korban saat ini telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Tanduale Bombana,” bebernya.
2. Warga Luka Kena Tembakan
Paur Subbid Penmas Bid Humas Polda Sultra Ipda Hasrun mengungkapkan aksi penembakan dilakukan satu orang yakni Bharaka ALB. Sedangkan tiga lainnya ikut diamankan karena berada di lokasi kejadian.
“Untuk terduga pelaku penembakan adalah Bharaka ALB. Sedangkan tiga anggota lainnya diamankan untuk diperiksa karena berada di lokasi saat kejadian,” beber Hasrun dalam keterangannya, Sabtu (10/1).
Dia mengungkapkan keempat personel polisi itu kini sedang menjalani pemeriksaan secara intensif. Polda Sultra juga terus berkoordinasi dengan satuan induk tempat keempat anggota itu bertugas.
“Oknum anggota Brimob masih pendalaman oleh Bid Propam Polda Sultra dan berkoordinasi dengan Korps Brimob Polri,” ujarnya.
3. Tembakan dari Bharaka ALB
Hasrun juga mengungkapkan keempat oknum polisi itu berada di lokasi karena mendapat laporan dari masyarakat soal adanya aktivitas penambangan ilegal di kawasan PT Batu Sinabar. Kawasan itu diduga dikelola di dua titik oleh segelintir orang dengan cara ilegal.
“Di lokasi terdapat dua titik penambangan ilegal. Satu titik dikelola oleh pria berinisial R dan satu titik lainnya dikelola oleh pria berinisial B,” bebernya.
Saat itu, kedatangan keempat oknum polisi itu untuk melakukan penertiban. Namun, kata dia, mereka diadang oleh sejumlah warga hingga insiden penembakan pun terjadi.
“Saat melakukan penertiban itu terjadi (penembakan). Korban mengalami luka tembak di kaki, dan peluru yang mengenai korban diduga berasal dari senjata milik Bharaka ALB,” pungkasnya.







