Anggota KKB Iron Heluka Pembakar Gedung Samsat di Yahukimo Ditangkap

Posted on

Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) bernama Iron Heluka di , Papua Pegunungan. Anggota Kodap XVI Yahukimo, Batalyon Sisibia tersebut merupakan pelaku utama pembakaran gedung Samsat Yahukimo.

“Penangkapan Iron Heluka adalah langkah penting dalam memutus mata rantai aksi kekerasan KKB di Yahukimo,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).

Iron Heluka ditangkap kawasan Ruko Blok C, Distrik Dekai, Yahukimo, Jumat (28/11). Aparat turut menyita sejumlah barang bukti milik pelaku di antaranya 1 handphone, 2 korek api, 1 topi rasta dan 1 tas noken bintang kejora.

“Negara hadir dan tidak akan membiarkan masyarakat menjadi korban teror dan tindakan kriminal kelompok bersenjata,” tegas Faizal.

Iron Heluka telah bergabung dengan KKB Kodap XVI Yahukimo, Batalyon Sisibia sejak Mei 2025. Kelompok tersebut memiliki jumlah anggota sekitar 15 orang dan memiliki persenjataan sebanyak lima pucuk senjata laras panjang rakitan.

Dari hasil penyidikan, Iron Heluka terlibat dalam kasus pembunuhan sopir bernama Bahar Bin Saleh di Gereja GIDI Siloam pada Selasa (14/10). Iron Heluka saat itu terlibat sebagai yang mengawasi situasi di belakang kendaraan saat pembunuhan itu.

“Iron Heluka juga terlibat dalam beberapa aksi kriminal berskala besar, bahkan menjadi pelaku utama dalam pembakaran gedung Samsat Yahukimo pada 12 September 2025 bersama dua rekannya JP dan RS yang merupakan anggota KKB dari Kodap XVI Yahukimo,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga menambahkan, sinergi antara Satgas dan Polres Yahukimo menjadi kunci keberhasilan penindakan. Pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada pelaku.

“Begitu laporan keributan diterima, anggota langsung bergerak dan berhasil mengamankan satu pelaku yang ternyata memiliki rekam jejak kriminal berat. Ini bukti bahwa aparat selalu siaga dan responsif terhadap potensi ancaman,” ujar Adarma.