PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mencatat peningkatan kebutuhan LPG bersubsidi 3 kilogram selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina menambah stok di daerah tersebut.
SBM Sulselbar VII Gas, Mulian Pratama mengatakan Pertamina telah menyalurkan tambahan pasokan atau extra dropping LPG 3 kilogram secara signifikan ke Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara. Daerah tersebut merupakan salah satu sentra utama perayaan Natal di Sulsel.
“Kedua wilayah tersebut menerima tambahan pasokan sebanyak 31.360 tabung, atau setara 10,2 persen dari penyaluran normal bulanan,” ujar Mulian Pratama dalam keterangannya yang diterima infoSulsel, Sabtu (10/1/2026).
Mulian menjelaskan, penyaluran extra dropping dilakukan secara bertahap mulai 22 hingga 31 Desember 2025. Kemudian dilanjutkan pada 1 Januari 2026, serta kembali diperkuat sepanjang bulan Januari 2026.
“Untuk menjaga ketersediaan stok di lapangan, Pertamina juga tetap mengoperasikan penyaluran LPG pada hari libur nasional, yakni 25 Desember 2025 dan 1 Januari 2026, sehingga distribusi ke pangkalan tetap berjalan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain penguatan pasokan, Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Daerah dan Agen LPG PSO juga menggelar pasar murah LPG 3 kilogram. Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret mendekatkan LPG bersubsidi kepada masyarakat dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah.
Di Kabupaten Tana Toraja, pasar murah telah dilaksanakan sebanyak 15 kali selama Desember 2025 hingga Januari 2026, meliputi Kecamatan Makale, Makale Utara, Bettuang, Gandang Batu Sillanan, Mengkendek, dan Sangalla. Sementara di Kabupaten Toraja Utara, kegiatan serupa telah dilaksanakan sebanyak 9 kali di Kecamatan Rantepao, Dende’ Piongan Napo, Tallunglipu, Sanggalangi, Sesean, dan Kesu.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menyampaikan bahwa penguatan pasokan dan pelaksanaan pasar murah merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina dalam menjaga distribusi LPG bersubsidi agar mudah diakses masyarakat dan tepat sasaran.
“Penguatan suplai dan pasar murah dilakukan untuk memastikan LPG 3 kilogram tersedia secara merata di masyarakat. Kami berupaya menjaga agar distribusi tetap lancar dan harga di tingkat konsumen sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, kami menyayangkan masih adanya oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menjual LPG bersubsidi di atas HET,” ujar Muhammad Rum.
Sebelumnya diberitakan, Pemkab Toraja Utara mengungkap adanya kelangkaan LPG bersubsidi 3 kg pascalibur Natal dan tahun baru. Kelangkaan diduga dipicu meningkatnya pemakaian untuk acara adat hingga penyalahgunaan oleh pengusaha yang tidak berhak.
“Elpiji 3 kilogram untuk rakyat miskin tapi orang-orang yang beli itu memang tidak berhak, ada yang pengusaha warung dan ada yang beli untuk pesta (acara adat rambu solo’ dan rambu tuka’), dan acara sosial,” kata Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong kepada infoSulsel, Kamis (8/1).







