Siswa SMK bernama Muhammad Ikmar (17) yang tenggelam saat berenang di Pantai Lumpue, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) belum ditemukan. Keluarga korban kemudian menggelar ritual dengan melibatkan 2 wanita paranormal.
Pantauan infoSulsel di Pantai Lumpue, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 12.00 Wita, 2 orang wanita paranormal tampak melakukan ritual pencarian korban. Keduanya berada di pinggir pantai.
Dalam ritualnya, paranormal itu membawa sesajen berupa pisang, ayam, telur ayam dan beberapa lembar daun sirih. Paranormal itu membaca mantra kemudian menghanyutkan sesaji itu ke laut.
“Itu ada bapak-bapak tadi dipanggil saya. Dia ngomong minta daun rekko ota (daun sirih) dan pisang untuk dibacakan di laut,” kata keluarga korban bernama Nasmiati kepada infoSulsel, Minggu (11/1/2026).
Nasmiati mengungkapkan, ritual itu dilakukan dengan sesajen yang beragam. Ada pisang, telur ayam, dan daun sirih.
“Tadi ada pisang satu sisir, daun rekko ota (daun sirih) sama telur. Di simpan pakai piring tadi lalu dibacakan doanya,” jelasnya.
Pihak keluarga berharap dengan ritual itu, korban bisa lebih cepat ditemukan. Saat ini, pencarian terhadap korban sudah memasuki hari kedua.
“Yah, harapannya keluarga, cepat kembali lagi toh. Kembali ditemukan, karena ya mudah-mudahan cepat ditemukan, karena mamanya sudah menunggu di rumah, menangis dia,” ujarnya.
Sementara itu, tim gabungan BPBD, Basarnas, dan Polairud masih terus melakukan pencarian di area pantai. Mereka juga menyisir pesisir pantai dari arah Parepare ke Kabupaten Barru.
“Untuk pencarian, area pencariannya yaitu pesisir Pantai Lumpue antara kiri dengan kanan itu mengarah ke Parepare dengan mengarah ke arah Barru,” kata Komandan Pos Basarnas Parepare, Agus Salim.
Tim gabungan itu melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet dan sekoci. Mereka juga melakukan pencarian melalui udara dengan drone.
“Untuk pencarian pada hari ini kita maksimalkan untuk menggunakan beberapa alut. Di antaranya perahu karet dari Basarnas, perahu karet dari BPBD, sekoci dari Polair, dan perahu karet dari Pos Angkatan Laut Pinrang,” jelasnya.
“Satu lagi untuk tambahan seru (SRU) tadi, kita menggunakan pemantauan melalui udara menggunakan drone milik Pos Angkatan Laut Pinrang. Untuk pencarian supaya bisa meng-cover area pencarian kita pada hari ini,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, korban dilaporkan hilang saat berenang di Pantai Lumpue, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat pada Sabtu (10/1). Korban datang ke pantai bersama rombongan sekolahnya untuk berlibur.
“Ada siswa salah satu SMK di Kota Parepare yang tenggelam. Menurut informasi dari temannya bahwa mereka ini rombongan dari sekolah tersebut rekreasi di sini,” ungkap Lurah Lumpue, Nur Akbar kepada infoSulsel, Sabtu (10/1).







