Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) memastikan perbaikan ruas jalan Impa-impa hingga Anabanua di Kabupaten telah dimulai. Ruas jalan sepanjang 16,9 kilometer tersebut ditargetkan rampung diperbaiki pada Maret 2026.
Diketahui, ruas Impa-impa dan Anabanua masuk dalam proyek Preservasi Jalan Paket IV yang dilaksanakan melalui skema multi years contract (MYC) dengan nilai kontrak Rp 615,6 miliar. Paket IV mencakup penanganan 15 ruas jalan yang tersebar di Wajo, Barru, Soppeng Wajo dan Bone dengan total panjang 286,80 kilometer.
PT Nindya Karya (Persero) sebagai pemenang tender kontrak paket IV preservasi jalan Pemprov Sulsel telah memulai pelaksanaan proyek tersebut. Khusus ruas Jalan Impa-impa dan Anabanua, telah dilakukan pengaspalan.
“Pemeliharaan rutin juga sudah dilaksanakan di ruas ini,” kata Health, Safety, and Environment (HSE) Officer PT Nindya Karya (Persero), Hadyan Rashidi dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Dia menuturkan perbaikan jalan dilakukan secara bertahap dan komprehensif serta telah melalui proses identifikasi kondisi eksisting untuk menentukan jenis penanganan yang tepat. Salah satu penanganan yang kini dilakukan yaitu di sekitar Masjid Imaduddin Tancung, Kecamatan Tanasitolo.
“Di sini sedang dilakukan pekerjaan LPA (Lapisan Pondasi Atas) Aggregat kelas A,” tuturnya.
Hadyan menjelaskan pihaknya telah melakukan pembangunan talud dan pembatas jalan untuk ruas jalan yang membutuhkan penanganan minor. Setelah itu pekerjaan dilanjutkan ke Lapisan Pondasi Atas (LPA) Aggregat kelas A dan dilanjutkan ke pekerjaan mayor berupa pengaspalan.
“Namun semua penanganan tetap menyesuaikan sesuai kondisi setiap area segmen di lapangan,” ujarnya.
Dia optimistis ruas tersebut akan rampung pertengahan Maret 2026. Hadyan juga memastikan seluruh aspek manajemen lalu lintas dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama pihaknya.
“Setiap titik ada flagman, pengaturan lalu lintas, dan pengawasan. Selain dari kami, ada juga pengawas dari konsultan yang memastikan ketertiban di lapangan,” jelas Hadyan.
Sementara itu masyarakat yang tinggal di sepanjang ruas Impa-impa hingga Anabanua mulai merasakan manfaat perbaikan jalan tersebut. Salah satunya warga Desa Baru Tancung, Hasni yang mengungkap kondisi jalan yang dulu memprihatinkan kini menjadi lebih mulus dan memudahkan aktivitas warga.
“Dulu jalannya penuh lubang dan kalau musim hujan jadi kubangan air. Transportasi kurang lancar karena jalan rusak,” ujar Hasni.
“Sekarang sudah mulai lancar, waktu tempuh perjalanan jadi lebih cepat karena ada peningkatan jalan. Aktivitas masyarakat mulai lancar, mau ke pasar dan berangkat kerja juga lancar,” imbuhnya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Hal senada juga disampaikan pedagang makanan Burhan Cora. Dia mengaku jalan di depan rumahnya kini telah diaspal hingga bisa mendukung aktivitas jualannya.
“Di depan rumah saya sekarang sudah diaspal separuh. Kalau dulu itu banyak sekali debunya. Sekarang kita lihat aktivitas masyarakat lebih lancar, kendaraan juga lancar,” bebernya.







