Oknum polisi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga menerima suap Rp 15 juta dari pelaku narkoba berinisial DR viral di media sosial. Polisi telah memanggil ibu dan istri DR untuk memberikan klarifikasi terkait video tersebut.
“Tidak ada yang begitu (disuap). Yang tersebar itu ibu yang ditelepon tidak pernah ke polres menyerahkan uang,” kata Kasat Narkoba Polres Bone Iptu Irham kepada infoSulsel, Rabu (14/1/2025).
Irham mengatakan anggotanya tidak pernah menerima uang dari orang tua pelaku narkoba yang diamankan. Dia memastikan percakapan dalam video tersebut tidak benar.
“Kami tegaskan, informasi soal adanya polisi menerima uang itu tidak benar. Tidak pernah ada penyerahan uang, baik kepada saya maupun kepada anggota,” tegasnya.
Dia menegaskan penangkapan DR telah melalui tahapan gelar perkara, uji laboratorium, serta asesmen. Barang bukti yang diamankan seberat 0,3 gram sabu, dan tersangka direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi.
“Ada kami amankan pelaku narkoba berinisial DR serta barang bukti 0,3 gram. Dan kami sudah rekomendasikan untuk direhab di BNN (Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bone),” bebernya.
Irham mengungkapkan sejumlah pihak yang ada dalam video tersebut telah dimintai klarifikasi. Di antaranya orang tua DR berinisial NL yang berbicara ditelepon, dan istri DR berinisial EN.
“Orang tua tersangka DR mengakui bahwa dirinya merupakan pihak yang ada dalam percakapan telepon tersebut. Tetapi, dia mengaku tidak mengenal pihak yang meneleponnya dan dia juga tidak pernah mendatangi Polres Bone termasuk untuk menjenguk anaknya sejak diamankan dalam kasus narkoba,” ungkapnya.
Irham menuturkan nominal Rp 15 juta dalam video tersebut bermula dari niat istri pelaku mencari bantuan kepada tetangganya inisial IC. Istri pelaku mengaku sempat menanyakan kepada IC untuk membantu mengurus persoalan suaminya.
“Rencana itu tidak berlanjut dan uang yang sempat disiapkan kembali ditarik. Bahkan itu tetangganya IC diminta tolong untuk menyampaikan informasi ke pihak kepolisian, dan setelah berkoordinasi dengan penyidik di Polres Bone, ia mendapat penjelasan bahwa perkara DR tetap diproses sesuai mekanisme hukum dan akan menjalani asesment,” jelasnya.
Untuk diketahui, narasi dalam video viral menunjukkan pengakuan seorang perempuan yang disebut sebagai ibu rumah tangga. Dia mengaku telah menyerahkan uang dengan harapan agar anggota keluarganya yang terjerat kasus narkoba dapat segera dibebaskan.
Video itu juga memuat potongan percakapan menggunakan bahasa Bugis antara seorang perempuan dan seorang pria melalui sambungan telepon. Dalam percakapan itu, sang penelepon pria mempertanyakan kejelasan uang Rp 15 juta yang disebut telah diserahkan kepada oknum polisi di Polres Bone.







