Sebanyak 10 anggota geng motor ditangkap setelah menyerang warga dan polisi menggunakan busur panah di Pos Lantas Polres Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Lima pelaku yang masih di bawah umur dipulangkan namun tetap akan diproses.
“Menahan 5 orang pelaku kategori dewasa. Sementara itu, 5 pelaku lainnya yang masih di bawah umur dipulangkan sesuai aturan perlindungan anak, namun proses hukum tetap dilanjutkan sehingga total ada 10 orang yang terlibat,” ujar Kanit Tipidum Polres Maros, Ipda Ahmad Muhajir kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
Para pelaku ditangkap oleh tim Jatanras Satreskrim Polres Maros di wilayah Maros pada Minggu (10/1) dan Rabu (14/1). Muhajir mengatakan geng motor itu dikenal dengan nama Sanbat alias Sanrima Barat.
Muhajir menuturkan lima pelaku yang ditahan terlibat pengeroyokan terhadap seorang warga di Maros, pada Desember 2025. Sedangkan lima pelaku anak di bawah umur bertugas membawa senjata tajam saat melakukan penyerangan.
“5 orang itu kasus pengeroyokan yang terjadi pada 7 Desember 2025, sedangkan untuk 5 anak itu yang membawa senjata tajam, baik parang, busur dan samurai. Mereka geng motor Sanbat melakukan penyerangan,” jelasnya.
Menurut Muhajir, kelompok tersebut memang sengaja membuat keributan dan teror ke warga. Dia mengungkapkan dari hasil pemeriksaan kelompok tersebut tidak memiliki musuh dengan kelompok lain.
“Motifnya ini masih pendalaman karena mereka geng motor ini motifnya tidak ada, hanya kenakalan remaja,” ungkapnya.
Selain mengamankan 10 pelaku, polisi turut menyita barang bukti seperti anak busur dan pelontarnya, parang serta samurai. Lima pelaku yang kini ditahan dikenakan Pasal 262 KUHP terkait pengeroyokan.
“Barang bukti itu sementara ada beberapa anak busur lengkap dengan ketapel, sebilah parang dan samurai,” sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah pemotor yang melakukan konvoi menyerang warga dan polisi di Pos Lantas Polres Maros pada Minggu (11/1) dini hari. Para pelaku yang berjumlah sekitar 40 motor menyerang menggunakan batu hingga busur panah.
“Anggota Buser Polres yang bubarkan. Anggota lantas mereka 4 orang takut juga (karena) di pos dipanah juga oleh mereka ada sekitar 40 motor itu,” ujar Kasat Lantas Polres Maros, AKP Muhammad Arafah kepada infoSulsel, Minggu (11/1).







