PSM Makassar menutup putaran pertama Super League 2025/2026 dengan empat kekalahan beruntun. Meski demikian, Pelatih PSM Tomas Trucha tetap optimis timnya akan lebih kuat di putaran kedua.
“Banyak dari hal-hal itu memang ada. Terkadang Tuhan sedang menguji kita. Terkadang Tuhan memberi kita masa-masa sulit, tetapi kita tidak akan menyerah,” ujar Tomas Trucha usai laga PSM kontra Bali United.
PSM Makassar mengakhiri putaran pertama Super League dengan tren negatif. Empat kekalahan beruntun dialami Juku Eja, yang bermula dari kekalahan 0-1 saat menjamu Malut United pada 21 Desember 2025.
Hasil negatif berlanjut saat PSM Makassar menelan kekalahan tandang 0-1 dari Persib Bandung pada 27 Desember 2025. Setelah itu, tim Juku Eja kembali gagal mencuri poin usai takluk 1-2 dari Borneo FC Samarinda pada 3 Januari 2026.
Kekalahan keempat PSM Makassar terjadi pada laga penutup putaran pertama saat menjamu Bali United pada 9 Januari 2026. Bermain di kandang, PSM takluk 0-2 dalam laga yang diwarnai gol cepat dan dua kartu merah.
“Kami paham bahwa mereka tidak senang, tidak bahagia dengan hasil yang kita dapatkan di empat pertandingan terakhir,” ucap Tomas.
“Saya kira ini bukan masalah dari konsentrasi, ini lebih masalah ke spesifik bertahan dan organisasi pertahanan pada saat tim menyerang lebih spesifik ke situ,” tambahnya.
Dengan hasil tersebut, PSM Makassar menutup putaran pertama Super League 2025/2026 di peringkat ke-12 klasemen sementara. Juku Eja mengoleksi 19 poin dari empat kemenangan, tujuh hasil imbang, dan enam kekalahan.
“Saya percaya kita akan start dengan benar dan dengan kuat di awal putaran kedua nantinya,” tutup Tomas.







