Korban dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) bertambah menjadi 61 orang. Saat ini masih ada 3 orang dirawat di puskesmas dan 1 balita dirujuk ke rumah sakit.
“Total korban 61 orang,” ujar Kadinkes-P2KB Sulbar, Nursyamsi Rahim dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).
Dia mengatakan saat ini masih ada 3 orang terdiri dari balita, siswa, dan guru perempuan yang masih dirawat di puskesmas. Sementara 51 orang sudah dinyatakan sembuh.
Selain itu ada 6 orang yang dirawat mandiri di rumah masing-masing. Kemudian ada 1 balita perempuan yang dirujuk ke Rumah Sakit Mitra atas permintaan orang tuanya.
“Satu orang dirujuk ke rumah sakit, balita perempuan,” terangnya.
Dia memaparkan para korban dugaan keracunan ini mayoritas balita sebanyak 28 orang, siswa 28 orang, dan guru atau staf sebanyak 6 orang. Kemudian ada ibu hamil 3 orang dan ibu menyusui 2 orang.
Terpisah, Kapolres Majene AKBP Muh Amiruddin menambahkan hingga kini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari makanan yang dikonsumsi korban guna menentukan penanganan selanjutnya. Namun hingga kini hasil uji lab belum keluar.
“Belum (keluar hasil uji lab). Kami sudah cek lapangan sementara kami menunggu hasil lab dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, dugaan keracunan dialami para korban usai menyantap MBG yang didistribusikan di sekolah dan posyandu di Kecamatan Tubo Sendana, pada Selasa (12/1). Menu MBG itu dimasak dalam dua sesi lalu didistribusikan pagi dan siang hari.
Kemudian sekitar pukul 20.30 Wita, beberapa orang mulai mengeluh sakit kepala, demam, mual, muntah hingga diare. Mereka kemudian dilarikan ke Puskesmas Sendana II dan Puskesmas Salutambung.
“Dugaan keracunan pangan MBG di wilayah kerja Puskesmas Sendana II Kabupaten Majene yang melibatkan 50 orang,” ujar Nursyamsi dalam keterangannya, Selasa (13/1).
Dinkes Majene menetapkan kasus ini menjadi kejadian luar biasa (KLB). Dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang memasak menu MBG di wilayah tersebut kini ditutup sementara.







