Basarnas Koordinasi ke Polda soal Aktivitas Smartwatch Kopilot ATR 42-500

Posted on

Basarnas berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait klaim keluarga yang menyebut smartwatch milik kopilot Farhan Gunawan mencatatkan 13.647 langkah usai pesawat ATR 42-500 jatuh di Gunung Bulusaraung. Langkah ini dilakukan demi bisa mengetahui posisi smartwatch tersebut.

“Kami sudah koordinasi bahwa pihak pacar (korban) ini sudah melaporkan ke Cyber Crime Polda untuk kami meminta supaya bisa dilacak koordinat terakhir untuk membantu kami,” ujar Staf Search Mission Coordinator (SMC) Basarnas Arman kepada infosulsel di Posko SAR, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Senin (19/1/2026).

Arman mengakui ponsel kopilot Farhan sempat ditemukan lalu diserahkan ke pacar korban, namun ponsel tersebut sudah diserahkan ke Polda Sulsel. Dia juga mengakui adanya aktivitas smartwatch Kopilot Farhan seperti yang diklaim oleh keluarga korban.

“Koordinat on terakhir, karena di laporan yang dia kirim itu per jam 6.53 Wita hari Minggu itu ada terbaca sampai 9.000 langkah, terus sampai ke jam 10 (malam) itu 13.000 langkah. Untuk memastikan bahwa ini, karena yang beredar itu katanya ada langkah ini,” jelasnya.

“Kami belum bisa memastikan bahwa ini hidup atau gimana. Intinya, hape ini kami serahkan (ke Polda) memang kemarin untuk bisa dibuka kuncinya. Karena locknya nggak bisa dimenuhi. makanya kami buatkan surat pernyataan (pacar korban) supaya bisa dibawa ke Makassar untuk bisa dibuka,” sambungnya.

Pihak keluarga korban, Pitri Keandedes Hasibuan (30), sebelumnya mengatakan ponsel kopilot Farhan sudah ditemukan pada hari pesawat tersebut jatuh, Sabtu (17/1). Menurut dia, ponsel tersebut diserahkan kepada pacar Farhan bernama Dian saat datang ke posko tim SAR di Desa Tompobulu, Pangkep, Minggu (18/1).

“Tanggal 18 adik saya di sana, terus ada yang manggil dari sana, yang di tempat itulah, posko itulah, tempat kejadian. Ini ada ditemukan HP, kayak gitu. Ya udah terus adik saya turun melihat HP-nya, terus diambil sama adik saya kayak gitu,” ujar Pitri saat dimintai konfirmasi infosulsel, Senin (19/1/2026).

Menurut Pitri, ponsel tersebut terhubung dengan smartwatch yang dikenakan oleh kopilot Farhan. Dia juga memperlihatkan tangkapan layar ponsel yang menerima data dari smartwatcht dengan keterangan hingga 13.647 langkah sejak pukul 18.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita, Minggu (18/1).

“Intinya HP itu di tangan adik saya tadi malam, malam tadi. Terus udah dicek semuanya, ternyata ada pergerakan itu, ditemukan di handphone dia itu pergerakan langkah kaki Farhan jam 6 pagi, 10, sama malam kali ya,” jelasnya.