Bupati Luwu Utara (Lutra) Andi Abdullah Rahim menemui massa aksi demo pemekaran Luwu Raya yang sempat memblokade jalan trans Sulawesi di wilayah Masamba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Andi Rahim berharap aksi unjuk rasa tidak mengganggu aktivitas ekonomi di Lutra.
“Ya kita sebagai daerah yang terus berkembang tentunya berharap semangat Luwu Raya ini ada tetapi tidak mengganggu proses aktivitas ekonomi,” ucap Andi Rahim di hadapan massa aksi, Sabtu (24/1/2026).
Andi Rahim menemui massa aksi tersebut di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Baliase, Kecamatan Masamba, Lutra pada Sabtu (24/1) malam. Menurutnya, perjuangan terkait Luwu Raya tidak lepas dari target kesejahteraan masyarakat.
“Ujung-ujung dari perjuangan Luwu Rayakan di kesejahteraan masyarakat. Jadi kita berharap aksi ini tidak mengganggu itu,” jelasnya.
Andi Rahim berharap para demonstran membuka blokade Jalan Trans Sulawesi tersebut. Dia menilai jalan tersebut merupakan akses strategis masyarakat.
“Hari Senin (26/1) besok kan kita sudah mulai kerja, kantorlah dan aktivitas yang lain, kami berharap ini semua sudah bisa kondusif,” terang Andi Rahim.
Dia turut merespons terkait isu miring adanya kekacauan dalam aksi Luwu Raya tersebut. Menurutnya, aksi tersebut berjalan damai dan aman.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
“Di sini aman insyaallah, kita lihat tadi kita duduk ngopi santai amanlah. Niatnya kan semua untuk Luwu Raya tidak ada niat untuk situasi yang tidak baik,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, massa demo Luwu Raya memblokade Jalan Trans Sulawesi pada Jumat (23/1). Demonstrasi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 tahun.
Wilayah yang mengalami penutupan yakni Kecamatan Mangkutana (Luwu Timur), Masamba (Luwu Utara), Mamara (Luwu), dan Sappoddo (Palopo). Situasi itu mengakibatkan arus lalu lintas sempat lumpuh.







