Banjir dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Bencana alam itu mengakibatkan jembatan terputus hingga 200 warga terisolir di Dusun Sisere.
“Iya benar, saat ini jalan menuju ke dusun kami (Dusun Sesere) hanya bisa jalan kaki, karena banyak titik longsor yang terjadi,” kata warga setempat, Feriyanto kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).
Banjir dan longsor di Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, terjadi pada Minggu (11/1) siang. Dia mengungkapkan titik longsor tersebar di sejumlah titik sepanjang jalan menuju dusun.
“Jumlah warga di Dusun Sisere sekitar 200 jiwa dan saat ini sebagian wilayah benar-benar terisolir,” kata Feriyanto.
Dia menambahkan tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun ada belasan sepeda motor dan satu rumah warga tertimbun longsor.
“Aliran listrik di Dusun Sisere hingga kini masih terputus,” tuturnya.
Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, mencatat ada tiga kecamatan terdampak banjir dan longsor yakni Tanantovea, Labuan, dan Sindue. BPBD kini fokus memberikan pelayanan darurat ke warga terdampak.
Di Kecamatan Labuan, banjir terjadi di Desa Labuan Kungguma dan Desa Labuan Lumbubaka. Luapan sungai menyebabkan jembatan penghubung Labuan Kungguma-Wani 3 terputus.
Kemudian di Kecamatan Tanantovea, banjir merendam Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo. Dampaknya, tiga unit rumah di Desa Wani 1 hanyut terbawa arus, serta jembatan penghubung Desa Wani 3-Desa Labuan Kungguma, terputus.
Sementara itu, di Kecamatan Sindue, banjir melanda enam desa yakni Desa Amal (Dusun Maliko), Toaya, Kumbasa, Enu, Lero, dan Sumari.
“Insyaallah malam ini atas perintah gubernur kami sementara menggeser alat berat jenis ekskavator ke Dusun Sisere. Semoga tidak ada kendala alat menuju lokasi,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, Andi Sembiring kepada wartawan.
