Basarnas Koreksi Data Manifes Pesawat ATR 42-500 Hilang: 7 Kru-3 Penumpang

Posted on

Basarnas Makassar mengoreksi data manifes pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang diduga jatuh di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), setelah hilang kontak. Dari laporan terbaru tercatat ada 7 kru pesawat dan 3 penumpang.

“Kami sampaikan ada perubahan POB (person on board) yang tadinya 11 menjadi 10 orang,” ungkap Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar kepada wartawan, Sabtu (17/1/2026).

Arif memastikan pembaharuan data hanya pada jumlah kru pesawat. Total kru pesawat ternyata ada 7 orang.

“Setelah dikonfirmasi itu dari kru tadinya 8 menjadi 7 dan passenger-nya itu tetap 3 orang,” paparnya.

Dia mengatakan perubahan ini setelah dilakukan verifikasi data ke pihak terkait. Dari manifes yang beredar sebelumnya, ternyata ada satu kru yang batal berangkat.

“Iya (ada yang tidak jadi berangkat), dari maskapai,” beber Arif.

Dari 7 kru pesawat tersebut terdiri dari pilot dan wakil pilot alias second in command (SIC) Firs Officer (FO) alias pilot junior. Selain itu ada 1 orang Flight Operation Officer (FOO), 2 orang Engineer on Board (EOB) atau teknisi, dan 2 orang lainnya Flight Attendant (FA) atau pramugari.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis Basarnas, berikut identitas 7 kru dan 3 penumpang pesawat ATR 42-500:

Sebelumnya diberitakan, pesawat tersebut hilang kontak pada Sabtu (17/1) pukul 13.17 Wita. Pesawat tersebut diduga kuat telah jatuh hingga meledak di daerah pergunungan di Maros.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Bangun Nawoko mengatakan dugaan itu turut diperkuat dari kesaksian masyarakat yang mendengar adanya suara ledakan. Warga setempat juga merekam dari jarak jauh adanya tanda api di sekitar pegunungan.

“Inilah yang sedang dipastikan (pesawat diduga jatuh). Tetapi kecurigaan kita karena di situ kan hutan lebat, tetapi ada titik api yang cukup besar. Kemungkinan besarnya itu (jatuh),” paparnya.

Mayjen Bangun menegaskan pihaknya sudah menurunkan personel TNI untuk melakukan pengecekan via jalur darat. Pencarian jalur darat ini mendukung upaya pemantauan udara melalui Helikopter Caracal TNI AU.

“Sepertinya seperti itu (pesawat meledak), tapi kita akan pastikan dulu sampai tim darat maupun heli caracal ini bisa memastikan apakah itu exact location-nya ataupun bukan,” imbuhnya.

Kru Pesawat

Penumpang Pesawat