Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di jalur evakuasi dan pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Modifikasi cuaca ini untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban yang terkendala kabut dan hujan.
Operasi modifikasi cuaca dengan menyemai garam di kabut ini mulai dilakukan pada Selasa (20/1/2026) pagi. Sortie pertama ini dilakukan dengan durasi sekitar satu setengah jam di wilayah Pegunungan Bulusaraung.
“Kami telah laksanakan briefing dan ditindaklanjuti dengan sortie pertama dan kedua. Untuk sortie pertama telah dilaksanakan jam 06.30 Wita selama 1,5 jam di area itu, di Pegunungan Bulusaraung,” ujar Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo usai memimpin rapat persiapan operasi ini di Kantor BMKG Makassar, Selasa (20/1).
Amson menyebut operasi modifikasi cuaca untuk mengurai kabut yang menutupi wilayah evakuasi dan pencarian korban pesawat ATR 42-500. Sementara itu, sortie kedua, telah dilaksanakan pada siang hari dengan menaburkan bahan semai berupa garam sebanyak 1 ton.
“Diharapkan agar penyemaian ini operasi modifikasi cuaca dapat mengurai kabut yang selama ini menutupi pegunungan Bulusaraung dan mengurai awan sehingga tidak turun hujan di lokasi,” jelasnya.
Operasi modifikasi cuaca ini akan dilaksanakan selama beberapa hari ke depan. Penyemaian bergantung pada kebutuhan tim SAR gabungan yang melakukan pencarian dan evakuasi.
“Jadi ini akan dilaksanakan selama beberapa hari operasi untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi dan jumlah sortie setiap harinya akan menyesuaikan dengan kegiatan tim jadi diusahakan sebelum berjalannya operasi pencarian setiap hari, OMC (modifikasi) sudah dilaksanakan,” tuturnya.
Amson berharap operasi ini bisa membuat kondisi cuaca di lokasi pencarian lebih bersahabat. Meski demikian, kata Amson, pelaksanaan operasi ini tetap mengedepankan keselamatan tim.
“Kita berharap dengan OMC ini, kondisi cuaca sudah bersahabat dan mendukung untuk pelaksanaan tersebut. Namun, pelaksanaan OMC tergantung faktor cuaca juga saat penerbangan karena sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam proses pencarian yang paling utama adalah keselamatan tim,” jelasnya.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Diketahui, tim SAR gabungan telah menemukan 2 jenazah dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan pegunungan hingga hari ke-3 pencarian korban. Namun evakuasi kedua jenazah masih terkendala cuaca buruk di lokasi.
“Masih di atas, jenazah masih di atas karena cuaca (ekstrem) yang tidak memungkinkan untuk evakuasi,” ujar personsel tim SAR dari Kodaeral VI Makassar, Serda Marinir Samsul Alam kepada wartawan di Posko Tim SAR, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Senin (19/1) malam.







