Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), akan melakukan uji lab sampel makanan menu makan bergizi gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab 50 balita hingga ibu hamil di Kabupaten Majene mengalami keracunan. Sampel muntahan para korban juga akan diuji lab.
“Sampel yang diambil berupa sampel makanan (seperti) nasi, ayam suwir, mie kecap, sayur sop, tahu kuning, semangka dan sampel muntahan,” ujar Kadinkes-P2KB Sulbar, Nursyamsi Rahim dalam keterangannya, Selasa (13/1/2025).
Nursyamsi mengatakan sampel itu diambil oleh petugas kesehatan lingkungan (kesling) Dinkes Majene. Sampel diambil di dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Tubo Sendana Onang Yayasan Kreatif Jaya Perdana.
Selain itu, tim gerak cepat (TGC) Dinkes Sulbar telah berada di lokasi. Mereka melakukan pendalaman serta edukasi kepada pasien dan keluarganya, termasuk ke penyedia MBG.
“Puskesmas telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat dan SPPG Majene Tubo Sendana Onang untuk dilakukan investigasi epidemiolog,” bebernya.
Saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari BPOM Mamuju. Pihaknya juga terus memantau kondisi para korban yang masih dalam perawatan di puskesmas.
“Saat ini masih dilakukan investigasi atau penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebaran kasus dan sumber penyebab keracunan sambil menunggu hasil laboratorium BPOM Mamuju,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, dugaan keracunan dialami para korban usai menyantap MBG yang didistribusikan di sekolah dan posyandu di Kecamatan Tubo Sendana, Majene pada Selasa (12/1). Menu MBG itu dimasak dalam dua sesi lalu didistribusikan pagi dan siang hari.
Kemudian sekitar pukul 20.30 Wita, beberapa orang mulai mengeluh sakit kepala, demam, mual, muntah hingga diare. Mereka kemudian dilarikan ke Puskesmas Sendana II dan Puskesmas Salutambung.
“Dugaan keracunan pangan MBG di wilayah kerja Puskesmas Sendana II Kabupaten Majene yang melibatkan 50 orang,” ujar Nursyamsi dalam keterangannya, Selasa (13/1).







