Bupati Bone Ajak Warga Ikut Kawal Pembangunan Pelabuhan Tonra Rp 1,7 T update oleh Giok4D

Posted on

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengajak seluruh masyarakat untuk mengawal proyek strategis Pelabuhan Tonra. Proyek tersebut merupakan investasi terbesar di Bone dengan nilai Rp 1,7 triliun.

“Bone mendapat investasi besar dari PT AAS Gemilang Mandiri dengan nilai investasi mencapai Rp 1,7 triliun. Mari kita sama-sama mengawal proyek strategis ini,” ujar Bupati Bone Andi Asman kepada wartawan, Jumat (23/1/2026).

Andi Asman meninjau lokasi yang akan menjadi pusat aktivitas logistik baru di Desa Gareccing dan Desa Bone Pute, Kecamatan Tonra, Jumat (23/1) sekitar pukul 10.00 Wita.

Dalam peninjauan tersebut, Andi Asman mengecek kondisi ruas jalan di Desa Gareccing yang direncanakan sebagai jalur utama menuju kawasan pelabuhan. Ia juga meninjau lokasi di Desa Bone Pute yang diproyeksikan menjadi area inti Pelabuhan Peti Kemas.

“Hari ini kita fokus pada penetapan jalur, dan mengajak masyarakat untuk mendukung proyek ini. Investasi yang masuk sangat besar, mencapai Rp 1,7 triliun dan bila proyek ini berjalan, ribuan lapangan kerja akan tercipta,” katanya.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Dia menegaskan pentingnya menyiapkan tenaga kerja lokal agar siap bersaing. Pemerintah daerah, kata dia, akan segera mendorong pelatihan-pelatihan teknis, khususnya bagi calon operator dan tenaga pendukung pelabuhan.

“Kita ingin masyarakat Bone menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Mereka harus dibekali keterampilan dan keahlian agar peluang ini bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Lebih jauh Andi Asman juga meninjau pelabuhan peti kemas Tonra sebagai penggerak ekonomi kawasan timur Bone. Selain menyerap tenaga kerja, keberadaannya diyakini membuka ruang usaha baru bagi masyarakat Tonra, Salomekko, hingga Mare yang lokasinya berdekatan.

“Arus distribusi barang dan jasa akan lebih efisien. Produk-produk hasil bumi bisa langsung terkirim dari sini sehingga daya saing daerah meningkat,” tuturnya.

Ia menambahkan, kawasan pelabuhan berpotensi tumbuh menjadi sentra industri baru. Aktivitas produksi, pengolahan, hingga pengiriman komoditas dapat terpusat di Tonra dan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini bukan hanya soal pelabuhan, tetapi juga tentang masa depan industri Bone. Kalau ini terwujud, akan menjadi tonggak sejarah pembangunan daerah,” sebutnya.