Pengunjung di Kawasan Wisata (KW) Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), dilarang mendekati aliran sungai dan air terjun. Petugas mengeluarkan larangan karena debit air di kawasan wisata itu meningkat.
“Kondisi air terjun masih kondusif. (Tapi) kami melarang pengunjung untuk beraktivitas di sekitar air terjun dan aliran sungai,” kata Kepala Resort Bantimurung, Junaedi Sam kepada infoSulsel, Minggu (11/1/2026).
Dia mengatakan debit air di KW Bantimurung naik sejak tiga hari terakhir akibat curah hujan yang tinggi. Pihaknya terus memantau kondisi air di tempat wisata tersebut selama cuaca ekstrem.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Sejak 3 hari yang lalu naik airnya dikarena cuaca ekstrem dan intensitas curah hujan yang sangat tinggi. Ini hari bertambah debit airnya,” bebernya.
Junaedi menuturkan tempat wisata itu belum ditutup, pihaknya akan melakukan penutupan jika air sungai meluap ke atas jembatan. Kondisi di KW Bantimurung juga dilaporkan ke Dinas Pariwisata Maros.
“Apabila intensitas hujan semakin tinggi maka kami akan melakukan penutupan. Kalau air sudah meluap ke atas jembatan, KW Bantimurung ditutup sampai kondisi aman buat pengunjung,” katanya.







