Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), mencetak 15.218 KTP elektronik selama tahun 2025. Pencetakan e-KTP itu dilakukan paling banyak dengan alasan hilang.
“Jadi untuk perekaman tahun 2025 itu sebanyak 2.083. Yang dicetak 15.218. Kenapa banyak yang dicetak? Alasannya itu rata-rata hilang,” ungkap Kadisdukcapil Parepare, Suriani kepada infoSulsel, Selasa (13/1/2026).
Suriani mengatakan, pelayanan mencetak e-KTP setiap harinya bisa mencapai 100 orang. Rata-rata yang mencetak ulang itu karena e-KTP-nya hilang.
“Setiap hari kami melayani hampir 100 setiap hari, dan rata-rata yang setiap hari itu, ya hilang,” ujarnya.
Olehnya itu, pihak Disdukcapil mulai melakukan pembatasan pencetakan e-KTP. Warga diminta memakai aplikasi identitas kependudukan digital (IKD) jika e-KTP hilang.
“Untuk sementara ini bagi penduduk atau masyarakat yang KTP-nya hilang sebelum cukup 1 tahun, kita arahkan untuk melakukan Identitas Kependudukan Digital. Jadi melalui aplikasi IKD. Nanti cukup 1 tahun baru bisa lagi kami cetak kembali,” jelasnya.
Pembatasan itu dilakukan karena ketersediaan blangko e-KTP dari pemerintah pusat juga terbatas. Selain itu, pembatasan dilakukan untuk menghemat anggaran pengadaan bahan pencetakan e-KTP.
“Ketersediaan blangko sangat terbatas dari pusat. Lagi-lagi terkait dengan efisiensi, untuk ribbon pencetakan kami itu juga ada efisiensi anggaran. Karena ribbon itu ditanggulangi oleh APBD Kota Parepare,” katanya.
Suriani mengungkapkan, biaya bahan pencetakan itu mencapai Rp 10 juta untuk bahan ribbon dan film. Dari biaya itu bisa mencetak 500 kartu.
“Jadi untuk satu ribbon itu bisa sampai Rp 10 juta. Karena ada harga Rp 8 juta, Rp 7 jutaan, ditambah lagi filmnya yang membungkus plastik itu ada film. Dengan cetakannya itu sekitar 500 per satu ribbon,” katanya.
Untuk total pencetakan yakni 15.218 e-KTP itu ditaksir sekitar Rp 300 juta lebih biaya yang dipakai. Olehnya itu, Disdukcapil memaksimalkan penggunaan aplikasi IKD untuk menghemat anggaran cetak.
“Sisa dihitung itu jumlah pencetakan 15.218 dengan tadi bahan cetak dan blangko. Kalau bahan itu yang kami tanggung bisa Rp 300 juta,” pungkasnya.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
