Kepala Dinas Kesehatan Parepare, Rahmawati, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, Makmur, menyita perhatian publik setelah menyatakan mundur dari jabatannya dalam waktu yang berdekatan. Pengunduran diri keduanya diduga berkaitan dengan adanya tekanan dan intimidasi menyusul pengusutan kasus yang tengah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota Parepare.
Dugaan intimidasi dengan modus pengusutan kasus terhadap Rahmawati dan Makmur tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Parepare, Asy’ari Abdullah, Rabu (14/1). Dia menyebut dugaan tersebut muncul setelah dirinya melihat langsung tangkapan layar berisi percakapan oknum pejabat yang meminta kedua kadis tersebut untuk mundur.
“Saya dapat screenshoot percakapan pesan oknum pejabat yang meminta seorang kepala dinas untuk mundur. Kepala dinas ini diminta untuk menerima mundur dari jabatannya,” ujar Asy’ari.
Asy’ari juga sudah mendengar kabar pengunduran diri dua kadis tersebut karena diancam. Menurut dia, keduanya diancam dengan dugaan pelanggaran dari laporan hasil pemeriksaan (LHP) inspektorat.
“Ada indikasi dari pengunduran diri 2 kepala dinas ini karena diancam oleh oknum pejabat. Keduanya diancam kasusnya akan diangkat sesuai LHP inspektorat,” ungkapnya.
“Padahal seharusnya kan LHP itu hanya inspektorat yang bisa tahu. Tidak bisa diedarkan ke pihak lain kecuali ke Wali Kota langsung,” tambahnya.
Asy’ari lantas menyayangkan jika dugaan pengancaman kepada pejabat itu benar adanya. Dia mendesak Wali Kota Tasming Hamid memberi atensi kepada para pejabat yang diduga diintimidasi.
“Kami mendesak agar Wali Kota tidak membiarkan suasana pejabat ditakut-takuti seperti ini. Kondisi ini pejabat seperti hidup di wahana hantu,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi pemerintahan akan berdampak buruk jika ada pengancaman terhadap pejabat. Kondisi tersebut bisa berdampak ke pelayanan masyarakat.
“Ini kan bisa berdampak pada roda pemerintahan. Muaranya nanti bisa juga berdampak ke pelayanan masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, dia juga mendengar pengunduran diri kedua kadis itu ditengarai adanya campur tangan oknum pejabat. Oknum pejabat itu disebut ingin jabatan tersebut diisi keluarganya.
“Nah saya juga dapat kabar Kadis diminta mundur karena ada keluarga dari oknum pejabat yang ingin ditempatkan jabatan tersebut,” ujarnya.
Dia berharap Wali Kota menertibkan oknum pejabat yang ikut campur dalam penempatan pejabat. Dia ingin pejabat bisa bekerja maksimal tanpa ketakutan.
“Kami harap wali kota turun tangan untuk menertibkan oknum pejabat tersebut. Jangan sampai pejabat selalu ditakut-takuti,” katanya.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, telah menunjuk pelaksana tugas (Plt) untuk mengisi jabatan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud). Plt Kadinkes dipercayakan kepada Ilham Willem, sementara Plt Kadisdikbud diisi oleh Dede Harirustaman.
SK Plt Kadinkes dan Plt Kadisdikbud diserahkan oleh Wali Kota Tasming Hamid di Rujab Wali Kota dalam waktu yang berbeda. Ilham dan Dede mengisi kekosongan jabatan menggantikan Rahmawati dan Makmur yang mundur.
“Iye saya sekarang (Plt Kadinkes). Sejak tanggal 5 Januari. Penyerahan SK itu dari pak Wali di Rujab Wali Kota,” ungkap Ilham Willem kepada infoSulsel, Kamis (15/1/2026).
Sebagai Plt Kadinkes, Ilham siap menjalankan tugas dan fungsi untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan. Dia mengaku tidak menerima pesan khusus dari Wali Kota.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
“Tidak ada pesan khusus dari pak wali. Tugasnya untuk mengisi kekosongan jabatan, karena kalau OPD tanpa pimpinan itu kan pincang,” ujarnya.
“Tentu saya ditugaskan melaksanakan tugas dan fungsi sebagai kadis kesehatan agar pelayanan masyarakat dinas kesehatan tetap berjalan optimal,” lanjutnya.
Sementara itu, Dede Harirustaman juga mengaku siap menjalankan amanah sebagai Plt Kadisdikbud. Dia mengaku diberi tugas untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut hingga ada yang dilantik definitif.
“Ditugaskan hingga ada pejabat definitif atau selama 3 bulan,” imbuhnya.
Dia mengungkapkan sejumlah pesan Wali Kota dalam menjalankan amanah sebagai Plt Kadisdikbud, di antaranya menyelesaikan seluruh rencana program yang sudah ditetapkan.
“Serta merapikan kembali hal-hal yang selama ini menjadi suatu kendala atau hambatan dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik di Kota Parepare,” katanya.
