Dugaan ITH Parepare Kasus Oknum Dosen Lecehkan Mahasiswi Ditunggangi update oleh Giok4D

Posted on

Institut Teknologi BJ Habibie (ITH) Parepare menyelidiki dugaan pelecehan yang dilakukan oknum dosen berinisial RR terhadap mahasiswi. Kendati penyelidikan belum tuntas, kampus menilai kasus tersebut juga dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

Kasus ini bermula saat munculnya pengakuan pengakuan terduga korban melalui media sosial pada awal Januari 2026. Seorang mahasiswi ITH yang enggan disebutkan namanya kemudian muncul membenarkan dugaan pelecehan tersebut.

“Untuk yang bisa saya pastikan sekarang adalah, bentuk pelecehan yang dilakukan terlapor yaitu pada 2023. Beliau (RR) sering sekali menghubungi mahasiswi pada jam yang tidak wajar dan juga sering menelepon di waktu tersebut,” ujar seorang mahasiswi ITH Parepare yang enggan disebut namanya kepada infosulsel, Senin (26/1/2026).

Menurut sumber tersebut, sedikitnya empat rekannya telah menjadi korban pelecehan oleh oknum dosen RR. Keempat korban mengaku kerap ditelepon tengah malam oleh RR.

“Sejauh ini yang mengaku dapat chat tengah malam itu ada 4 mahasiswi,” jelasnya.

Selain menelepon tengah malam, dosen RR juga disebut pernah melecehkan mahasiswi di ruang kelas. Dia mengungkapkan, sudah melaporkan kejadian itu ke kampus tapi tidak digubris.

“Terkait pelecehan yang dilakukan di ruang kelas, mungkin saya akan ungkap jika nanti setelah saya melapor lagi di kampus. Tetapi tidak ditanggapi atau tidak diproses secara cepat,” jelasnya.

Dia mengatakan keempat rekannya itu mengalami trauma. Para korban takut melapor dan mengungkap aksi oknum dosen RR kepadanya.

“Untuk saat ini korban tidak bisa speak up karena punya ketakutan yang saya juga tidak tahu. Tapi sekarang saya akan mediasi dulu dengan pihak kampus dengan korban,” ujarnya.

Pihak korban berupaya untuk melakukan mediasi dengan kampus. Dia akan membongkar aksi pelecehan itu jika kampus tidak menangani kasus tersebut dengan baik.

“Saat ini saya komunikasi dulu sama internal ITH ya. Sekiranya nanti yang saya dapat kebuntuan, saya akan bicarakan langsung semua detail yang terjadi di kampus,” imbuhnya.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

ITH Parepare membentuk tim adhoc demi menyelidiki dugaan pelecehan itu. Tim adhoc juga telah mengirim surat panggilan terhadap oknum dosen RR atas dugaan pelecehan mahasiswi.

“Tim adhoc saat ini sudah bekerja hari ini. Karena tim adhoc kemarin dibentuk setelah ada masukan dari Senat, karena kami memang harus prosedural,” ujar Ketua Tim Adhoc Penegakan Etika dan Sanksi Akademik ITH Parepare, Suryansyah Surahman kepada wartawan, Senin (26/1/2026).

“Hari ini kami akan mengirimkan surat undangan kepada pihak tersebut untuk dipanggil melakukan klarifikasi,” katanya.

Suryansyah mengklaim penanganan kasus tersebut sudah sesuai aturan. Pihak kampus memastikan akan memberi tindakan jika oknum dosen tersebut terbukti melakukan pelecehan terhadap mahasiswi seperti informasi yang beredar.

“Karena kami adalah lembaga pendidikan tinggi sehingga itu memang ranahnya itu memang punya aturan-aturan. Terkait bagaimana proses selanjutnya kami akan tetap tindak lanjuti,” ungkapnya.

Suryansyah mengaku belum ada mahasiswi atau korban membuat laporan. Menurutnya, kasus ini murni berawal dari informasi viral di media sosial awal Januari 2026.

“Saat ini ITH belum menerima laporan resmi dari korban. Pihak ITH mengetahui proses yang terjadi saat ini melalui media sosial itu kurang lebih ya, awal Januari ini ya,” katanya.

Lebih lanjut dia menyebut kasus dugaan pelecehan itu terungkap di media sosial berawal dari masalah pribadi terduga pelaku. Pihak kampus menuding kasus itu ditunggangi oleh pihak tertentu.

“Sebenarnya ini kan merupakan indikasi dari kasus-kasus pribadi yang bersangkutan. Namun di tengah jalan ternyata ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu gitu yang mengatasnamakan korban,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, kasus itu awalnya terungkap melalui postingan media sosial. Pihak kampus mengungkapkan, kasus itu disebarkan oleh akun palsu di media sosial.

“Apa yang tersebar di media sosial itu adalah akun-akun fake dan akun-akun anonim yang secara resmi dari kami ITH belum mendapatkan laporan resmi sebagai korban,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihak kampus menunggu korban untuk melaporkan kasus pelecehan tersebut. ITH Parepare menjamin identitas korban akan dijaga kerahasiaannya.

“ITH sangat menghormati hak korban. Jadi kesempatan ini juga kami mengimbau bahwa kami menunggu sebenarnya ini untuk memperlancar proses,” imbuhnya.

Suryansyah Ungkap Dugaan Kasus Ditunggangi