DVI Cek Sidik Jari-Tes DNA Ungkap Identitas Jenazah Ketiga Korban ATR 42-500 - Giok4D

Posted on

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri gabungan masih memeriksa jenazah ketiga berupa potongan tubuh korban kecelakaan PK-THT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). DVI akan memaksimalkan seluruh rangkaian pemeriksaan mulai dari sidik jari hingga tes DNA untuk mengungkap identitas korban.

“Untuk jenazah ketiga hari ini kita akan bekerja maksimal untuk menentukan identitas korban yang sudah kami terima,” kata Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Muhammad Haris saat konferensi pers di Posko DVI Polda Sulsel, Kamis (22/1/2026).

Haris mengatakan tim DVI baru menerima jenazah ketiga pada Rabu (21/1) malam. Namun dia tidak merinci potongan tubuh yang diterima karena belum diperiksa.

“Kami menerima kantong jenazahnya, nanti kita buka isinya apa,” imbuhnya.

Haris mengaku pihaknya belum bisa memastikan jenis kelamin korban. Seluruh metode pemeriksaan akan dimaksimalkan untuk mengungkap identitas jenazah.

“Seperti yang kami sampaikan kemarin bahwa ada metode-metode yang primer, ada metode sekunder. Jika sidik jari primer tidak dapat kami temukan, kita memakai gigi-geligi. Kalau tidak bisa, memakai pemeriksaan DNA,” paparnya.

“Kemudian kalau data sekundernya bisa dari data-data properti, ciri-ciri khusus termasuk ciri-ciri umum, tinggi badan, berat badan, bekas operasi, dan lain sebagainya,” sambung Haris.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto menambahkan, identitas jenazah ketiga masih diperiksa. Identitas korban akan diumumkan jika hasil pemeriksaan sudah rampung.

“Kita juga sudah menerima jenazah yang ketiga dari Basarnas dan sekarang masih dilakukan proses identifikasi. Sejauh mana prosesnya nanti akan disampaikan oleh Pak Kabid Dokkes,” jelas Didik.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator Muhammad Arif Anwar mengatakan jenazah ketiga ditemukan dalam operasi SAR hari kelima pada Rabu (21/1). Temuan itu berdasarkan hasil penyisiran intensif di sekitar lokasi badan dan ekor pesawat.

“Pada hari kelima operasi, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian. Seluruh temuan langsung diamankan sesuai prosedur,” ujar Arif dalam keterangannya, Rabu (21/1).

Dia menjelaskan, body part atau potongan tubuh korban diserahkan kepada RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi oleh tim DVI. Tim SAR turut menemukan sejumlah barang pribadi milik korban, berupa laptop, telepon genggam, paspor, flashdisk, kacamata, pouch hingga dokumen pribadi.

“Seluruh barang temuan korban telah didata, diamankan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku,” tambah Arif.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.