Warga digegerkan dengan penemuan bagian tubuh manusia berupa kulit kepala dan rahang di lokasi banjir bandang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut). Potongan tubuh itu diduga milik salah satu korban meninggal bernama Swingle Dalending.
“Jadi untuk potongan-potongan kulit kepala, rahang gigi yang ditemukan oleh masyarakat dan diserahkan kepada anggota Kodim,” ujar Kapolres Sitaro AKBP Iwan Permadi, kepada infocom, Minggu (11/1/2026).
Potongan tubuh manusia itu ditemukan di Kelurahan Bahu Lingkungan III, Kecamatan Siau Timur, pada Sabtu (10/1) sore. Potongan tubuh manusia itu kemudian diserahkan ke Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulut untuk diidentifikasi.
Iwan mengatakan bagian tubuh itu tidak bisa langsung disimpulkan milik korban meninggal atas nama Swingle Dalending. Dia menegaskan butuh proses identifikasi tahapan lanjutan seperti pemeriksaan antemortem, kondisi gigi, rambut hingga tes DNA.
“Tetapi memang hal seperti ini tidak bisa langsung kita menyimpulkan yang mana bahwa kerangka yang ditemukan adalah bagian dari salah satu korban yang hilang kepalanya dan kemudian sudah dikebumikan yaitu almarhum Swingle Dalending,” bebernya.
“Ada yang mengait-ngaitkan potongan bagian kepala yang ditemukan adalah bagian jenazah yang dikebumikan hilang kepalanya, tapi dari foto dan lainnya masih belum jelas jadi kami akan berkordinasi dengan Polda Sulut,” lanjutnya.
Dia juga menyinggung bahwa masih ada dua korban banjir bandang yang belum ditemukan. Dia kembali menegaskan bahwa potongan tubuh manusia yang ditemukan itu perlu identifikasi lanjutan.
“Tetapi itu belum tentu (bagian tubuh Swingle Dalending), makannya kami masih berkoordinasi dengan Polda untuk penentuan itu jenazah siapa sebenarnya, karena sampai saat ini masih ada 2 jenazah yang belum ditemukan sampai saat ini,” ungkapnya.
Diketahui, bencana banjir bandang di Kepulauan Sitaro terjadi imbas hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (5/1) sekitar pukul 03.00 Wita. Wilayah terdampak banjir tersebar pada empat kecamatan meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.
Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit mengatakan hingga Rabu (7/1) malam, jumlah korban tewas menjadi 17 orang. Sementara korban hilang dua orang yakni ayah dan anak bernama Adris Pianaung dan Leonald Pianaung.
“Sudah 17 meninggal dunia, 2 hilang. Dua orang yang masih hilang adalah ayah dan anak,” ujar Chyntia Kalangit kepada infocom, Rabu (7/1).







