Guru perempuan berstatus honorer terlibat cekcok dengan Kepala SDN 7 Bontoramba, Kabupaten , Sulawesi Selatan (Sulsel), gegara dipindahtugaskan sebagai guru kelas. Guru honorer itu diduga digantikan posisinya oleh adik kepala sekolah (kepsek) yang mendadak lolos menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jeneponto, Basri mengaku belum memastikan waktu peristiwa yang viral di media sosial tersebut. Pihaknya masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut.
“Saya juga kurang tahu pasti (waktu kejadiannya), besok saya tanyakan kapan mulai itu sebelum viral,” ucap Basri kepada infoSulsel, Minggu (11/1/2026)
Basri belum merinci pemicu dan kronologi percekcokan tersebut. Dia berdalih masih akan mendalami keterangan dari pihak sekolah dan guru yang terlibat perselisihan dalam pertemuan yang digelar pada Senin (12/1) besok.
“Besok rencana ada pertemuanku membahas ini. Nanti setelah selesai baru saya sampaikan,” imbuh Basri.
Disdikbud Jeneponto masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Pihaknya akan menentukan agenda pertemuan untuk membahas persoalan tersebut.
“Besok dilihat (waktu dan lokasi pertemuannya), apakah di korwil atau di sekolah,” tambah Basri.
Dalam video beredar, guru honorer berjilbab warna hitam tampak berbicara di depan kepala sekolah berjilbab warna cokelat. Guru honorer itu keberatan dipindahkan menjadi guru kelas mata pelajaran Bahasa Inggris padahal latar belakangnya Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
“Saya tidak mau kelasku diambil dan saya tidak mau dialihkan namaku ke Bahasa Inggris,” ucap guru honorer tersebut.
Guru honorer itu mengaku tiba-tiba dipindahkan setelah empat tahun mengabdi. Kepala sekolah berdalih kebijakannya sudah sesuai aturan dan memiliki kewenangan sebagai pemimpin.
“Sekarang juga saya bisa kasih keluar ko di sini,” kata kepala sekolah lalu menggebrak meja.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Situasi semakin memanas saat guru honorer menyinggung nama seseorang yang diduga terangkat menjadi PPPK meski tidak pernah aktif menjadi honorer sebelumnya. PPPK itu disebut-sebut adik dari kepsek yang diduga menggantikan posisinya.
Sejumlah guru yang berada di ruangan terdengar berusaha menenangkan. Kepala sekolah yang emosi kemudian mengaku memecat guru honorer tersebut.
“Sekarang kau berhenti dari honor, saya keluarkan ko. Jangan melawan,” tutur kepala sekolah sembari meninggalkan ruangan.







