Warga memadati jalan sekitaran Istana Kedatuan Luwu di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam rangka memperingati Hari Jadi Luwu ke-758. Para warga duduk bersila hingga makan bersama di sepanjang jalan.
Pantauan infoSulsel di Istana Kedatuan Luwu pada Jumat (23/1/2026), sekitar pukul 10.40 Wita sebanyak 4 ruas jalan di sekitaran istana ditutup. Keempat ruas jalan tersebut adalah Jalan Andi Djemma, Ahmad Yani, Samiun dan Yusuf Arif.
Terlihat sepanjang jalan yang tertutup dipasangi karpet berwarna merah dan hijau. Setelah itu dilapis dengan kain berwarna putih dengan sejumlah hidangan makanan di atasnya.
Sejumlah warga, bupati dan pejabat se-Luwu Raya duduk bersila di sekitaran makanan tersebut menggunakan pakaian adat. Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu Bau memulai menyantap makanan lalu diikuti dengan tamu undangan lain.
Terlihat warga menyantap makan dengan penuh hikmat. Terdengar para warga sesekali meneriakkan Luwu Raya saat menyantap makanan itu.
“Ini momentum bersama untuk kita kembali mempererat silaturahmi antar seluruh masyarakat di Luwu Raya,” kata Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile kepada infoSulsel, Jumat (23/1).
Jumail menyebut, momentum Hari Jadi Luwu adalah sesuatu yang bersejarah. Menurutnya, melalui momen tersebut kita kembali mengenang jasa para pejuang rakyat Luwu.
“Di momen ini kita kembali mengenang dan kembali bersatu serta melangitkan doa untuk para pejuang Luwu terdahulu,” tambahnya.
Jumail berharap momentum hari jadi Luwu ini mampu memicu semangat muda dalam mengenang apa yang diperjuangkan masyarakat Luwu sejak dahulu. Dia berharap peringatan tersebut terus meriah setiap tahunnya.
“Saya merasa kembali muda di momentum ini. Semoga apa yang diharapkan masyarakat Luwu selama ini tercapai dan semangat seperti saat ini terus terjaga,” jelasnya.







