Proyek Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar yang rusak setelah baru diaspal ternyata menelan anggaran Rp 22 miliar dari APBN 2025. Pihak kontraktor pun berjanji akan melakukan perbaikan jalan rusak dan penuh lubang dalam waktu dekat.
Koordinator Proyek dari PT Mareraya Multipratama Jaya Muhammad Arsyad menjelaskan, anggaran itu sudah sepaket dengan proyek rehabilitasi Jalan Urip Sumoharjo Makassar. Anggaran itu mencakup pengaspalan sepanjang 2,7 kilometer dan rehabilitasi drainase.
“Kurang lebih Rp 22 miliar. (Pengerjaannya) Pemasangan uditch drainase juga di depan kantor gubernur, ada di Alauddin dan ada di depan Raider. Kalau pengaspalannya 2 tempat, di Urip 700 meter di perintis kurang lebih 2 kilometer. Satu paket semua,” kata Arsyad kepada infoSulsel, Rabu (14/1/2026).
Proyek tersebut merupakan pekerjaan rehabilitasi jalan dengan masa pelaksanaan Oktober-Desember 2025. Kerusakan paling banyak terjadi di ruas Jalan Perintis mulai dari depan Kavaleri Raider hingga Pintu 1 Unhas dan depan SPN Batua, Jalan Urip Sumoharjo.
“Desember 2025 itu yang banyak rusak itu yang depan kavaleri sampai pintu 1 Unhas,” tuturnya.
Dia mengaku jalanan yang baru selesai diaspal mengalami kerusakan karena faktor cuaca di akhir 2025. Intensitas curah hujan yang tinggi mempengaruhi kualitas aspal hingga mudah terkelupas.
“Kebetulan intensitas hujan Desember luar biasa, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, padat sekali hujan,” ucapnya.
Situasi itu mengakibatkan kontraktor semakin memiliki waktu terbatas untuk melakukan perbaikan. Selain hujan, pihaknya juga hanya bisa melakukan pengerjaan di waktu tertentu.
“Kita terbatas waktu kerja pak hanya Jam 11.00 malam sampai pagi. Jadi kalau sudah ada hujan dalam kurun waktu itu, setengah mati, pasti berkurang kualitas,” tutur Arsyad.
Arsyad berjanji pihaknya akan bertanggung jawab dan menanggung segala biaya perbaikannya. Pekerjaan perbaikan saat ini sudah dilakukan dimulai di Jalan Perintis Kemerdekaan dan ditargetkan rampung bulan ini.
“Kita rencanakan bulan ini selesai biar tidak berlarut-larut. Sudah mulai dikerja sekarang tiap malam di Perintis, kecuali kalau hujan lagi kita tunda dulu karena percuma nanti rusak lagi kalau dipaksakan,” jelasnya.
Sebelumnya, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III BBPJN Sulsel meminta kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar meski baru diaspal. Kontraktor diminta melakukan pengaspalan ulang pada titik yang rusak.
“Iya (diminta bertanggung jawab) karena ada masa pemeliharaan satu tahun. Dia tanggung jawab,” ujar Kepala Satker PJN Wilayah III BBPJN Sulsel Malik saat dihubungi, Senin (12/1).
Malik menyebut kontraktor sudah memulai melakukan perbaikan di titik rusak tersebut. Aspal baru yang rusak akan dibongkar untuk dilakukan pengaspalan ulang.
“Dia sudah gali, diperbaiki, dibuka itu aspal yang rusak. Seandainya tidak hujan sudah diaspal kembali. Kontraktor kasih turun alatnya untuk perbaiki yang rusak. Dia bertanggung jawab,” jelasnya.







