Polisi terus mendalami kasus mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial EMM yang ditemukan tewas tergantung setelah diduga mengalami pelecehan seksual. Penyidik mendalami komunikasi terakhir korban dengan pacarnya yang merupakan anggota TNI.
Mahasiswi itu ditemukan tewas tergantung di kosnya di Kecamatan Tomohon Tengah, Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa (30/12/2025). Korban meninggalkan surat yang ditujukan kepada Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, Aldjon Dapa terkait dugaan pelecehan yang dialaminya.
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi mulai dari ayah, ibu, dan dua teman korban pada Rabu (7/1/2026). Dosen berinisial DM yang diduga melecehkan korban sebelum ditemukan tewas tergantung juga telah dimintai keterangan.
Selanjutnya, penyidik akan berkoordinasi dengan pihak Kodam XIII/Merdeka terkait pemeriksaan pacar EMM. Langkah ini dilakukan sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku antar institusi.
“Polda Sulut akan melakukan koordinasi dengan Kodam 13/Merdeka untuk mengambil keterangan anggota TNI, selaku pacar korban,” ujar Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Suryadi kepada infocom, Minggu (11/1).
Suryadi mengatakan korban sempat berkomunikasi dengan pacarnya itu pada 29 Desember 2025 atau sehari sebelum korban ditemukan tewas. Pemeriksaan itu dilakukan untuk melengkapi rangkaian penyelidikan atas kematian korban.
“Pada tanggal 29 Desember 2025 melakukan komunikasi dengan korban,” terangnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap korban menangis saat tiba di kosnya sehari sebelum ditemukan tewas tergantung. Hal itu dilihat langsung oleh salah satu teman korban yang berada di kosan.
“Ada satu saksi memberikan keterangan bahwa, pada tanggal 29 Desember (2025) jam 6 sore, melihat korban (EMM) masuk ke dalam kos sedang menangis dan menegurnya,” ujar Kuasa hukum keluarga korban, Niczem Alfa Wengen kepada wartawan, Rabu (7/1) malam.
Niczem menyatakan keterangan rekan korban merupakan fakta baru dalam proses penyelidikan. Dia melanjutkan bahwa saksi sempat mendalami penyebab korban pulang ke kos dalam keadaan menangis, dan saat itulah korban mengaku sempat dibawa ke sebuah pekuburan lalu diturunkan di dekat lorong kos oleh oknum dosen tersebut.
“Saksi bertanya lagi, ‘kenapa kaki kamu ada luka’, lalu korban mengaku oknum dosen itu katanya ingin melakukan perlakuan yang tidak baik saat dirinya dibawa ke suatu pekuburan,” ungkap Niczem.
Sementara ayah mahasiswi EMM, Antonius Mangolo (51), meyakini putrinya itu mengalami kekerasan seksual sebelum ditemukan tewas tergantung. Dia pun mendesak pihak kepolisian mengungkap kasus kematian anaknya.
“Ada yang mengganjal, ada kekerasan (dialami korban),” ujar Antonius Mangolo kepada wartawan usai memberikan keterangan ke penyidik di Mapolda Sulut di Manado, Rabu (7/1) malam.
Dia berharap pihak kepolisian mengungkap kasus kematian anaknya. Dia ingin pelaku yang diduga melakukan kekerasan ke anaknya ditangkap dan dihukum.
“Harapan saya orang tua agar kasus ini dapat diselesaikan dengan tepat dan benar, supaya bisa cepat diproses agar pelakunya bisa ditangkap,” katanya.
Antonius juga mengenang sosok anaknya yang rajin beribadah dan menurut kepada orang tua. Korban juga memiliki tekad yang kuat untuk pendidikan meski berasal dari keluarga sederhana.
“Anak saya ini rajin ke gereja, baik dan dengar-dengaran kepada orang tua. Saya hanya buruh bagasi Pelabuhan Siau, tapi karena tekadnya kuat ingin sekolah saya berusaha,” bebernya.
Penyidik juga telah mengambil keterangan oknum dosen DM yang disebut melakukan pelecehan terhadap korban. Namun DM membantah melecehkan mahasiswinya itu.
Dosen DM diperiksa atas laporan resmi orang tua korban ke polisi atas tewasnya EMM. Laporan itu terdaftar dengan Nomor: LP/B/897/XII/2025/SPKT/POLDA SULUT tertanggal 31 Desember 2025.
“Sudah diperiksa (oknum dosen DM),” ujar Kombes Suryadi.
Suryadi tidak menjelaskan waktu pemeriksaan terhadap oknum dosen tersebut. Dari hasil pemeriksaan, dosen itu tidak mengakui telah melecehkan korban.
“Sementara dosen DM tidak mengakui,” katanya.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Dia menuturkan penyidik masih akan memeriksa sejumlah saksi terkait kematian EMM. Namun Suryadi tidak membeberkan saksi berikutnya yang akan dimintai keterangan.
“Namun penyidik sedang mendalami saksi-saksi dan penyelidikan mendalam,” imbuhnya.
Korban Sempat Dibawa ke Pekuburan
Ortu Yakin Korban Alami Kekerasan Seksual
Oknum Dosen Bantah Lecehkan Korban
Sementara ayah mahasiswi EMM, Antonius Mangolo (51), meyakini putrinya itu mengalami kekerasan seksual sebelum ditemukan tewas tergantung. Dia pun mendesak pihak kepolisian mengungkap kasus kematian anaknya.
“Ada yang mengganjal, ada kekerasan (dialami korban),” ujar Antonius Mangolo kepada wartawan usai memberikan keterangan ke penyidik di Mapolda Sulut di Manado, Rabu (7/1) malam.
Dia berharap pihak kepolisian mengungkap kasus kematian anaknya. Dia ingin pelaku yang diduga melakukan kekerasan ke anaknya ditangkap dan dihukum.
“Harapan saya orang tua agar kasus ini dapat diselesaikan dengan tepat dan benar, supaya bisa cepat diproses agar pelakunya bisa ditangkap,” katanya.
Antonius juga mengenang sosok anaknya yang rajin beribadah dan menurut kepada orang tua. Korban juga memiliki tekad yang kuat untuk pendidikan meski berasal dari keluarga sederhana.
“Anak saya ini rajin ke gereja, baik dan dengar-dengaran kepada orang tua. Saya hanya buruh bagasi Pelabuhan Siau, tapi karena tekadnya kuat ingin sekolah saya berusaha,” bebernya.
Ortu Yakin Korban Alami Kekerasan Seksual
Penyidik juga telah mengambil keterangan oknum dosen DM yang disebut melakukan pelecehan terhadap korban. Namun DM membantah melecehkan mahasiswinya itu.
Dosen DM diperiksa atas laporan resmi orang tua korban ke polisi atas tewasnya EMM. Laporan itu terdaftar dengan Nomor: LP/B/897/XII/2025/SPKT/POLDA SULUT tertanggal 31 Desember 2025.
“Sudah diperiksa (oknum dosen DM),” ujar Kombes Suryadi.
Suryadi tidak menjelaskan waktu pemeriksaan terhadap oknum dosen tersebut. Dari hasil pemeriksaan, dosen itu tidak mengakui telah melecehkan korban.
“Sementara dosen DM tidak mengakui,” katanya.
Dia menuturkan penyidik masih akan memeriksa sejumlah saksi terkait kematian EMM. Namun Suryadi tidak membeberkan saksi berikutnya yang akan dimintai keterangan.
“Namun penyidik sedang mendalami saksi-saksi dan penyelidikan mendalam,” imbuhnya.







