Satu lagi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di Gunung Bulusaraung berhasil dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Jenazah dibawa dari Posko SAR Gabungan Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep.
Pantauan infoSulsel, jenazah tiba di Posko Tim DVI Polri di RS Bhayangkara Makassar, Jalan Kumala, dengan menggunakan mobil ambulans pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 23.45 Wita.
Kantong jenazah dilapisi plastik berwarna putih dan langsung diturunkan dari mobil oleh personel TNI/Polri. Selanjutnya jenazah diterima oleh tim Disarter Victim Identification (DVI) Polri dan langsung dibawa ke ruang identifikasi.
Diketahui, jenazah yang dievakuasi ini merupakan salah satu dari enam korban yang ditemukan tim SAR gabungan hari ini. Lima jenazah lainnya masih berada di TKP sekitar 300 meter dari puncak Bulusaraung.
Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi mengatakan, kelima jenazah tersebut sudah dikumpulkan untuk persiapan evakuasi udara pada Jumat (23/1).
“Dan untuk 5 korban lainnya posisi masih di sekitaran TKP namun sudah dikumpulkan, kita cari daerah yang terbuka. Karena memang dari awal kita ingin cepat maka kita akan menggunakan evakuasi udara,” kata dia.
Dody mengatakan, jika evakuasi udara dilakukan terhadap 5 jenazah tersebut, maka akan langsung diterbangkan ke Lanud Sultan Hasanuddin. Dia berharap cuaca di sekitar gunung Bulusaraung cerah untuk kelancaran evakuasi udara bagi 5 jenazah.
“Besok pagi kita lanjutkan kembali, kita doakan bersama cuaca besok pagi khususnya yang mau mengambil evakuasi udara dari 5 korban tersebut bisa berjalan dengan lancar,” imbuhnya.
Hingga hari keenam operasi SAR, tim SAR gabungan telah menemukan sembilan jasad korban, sehingga masih tersisa satu korban yang sedang dicari.
“Kita memastikan, kita dapatnya 9 (jenazah), tapi apabila besok dapat 1 berarti operasi SAR ditutup karena sudah mendapat semua korban,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar kepada wartawan, Kamis (22/1).
Arif menjelaskan bahwa ada dua jenazah yang ditemukan dalam kondisi utuh. Sementara jenazah ketiga hingga kesembilan ditemukan dalam kondisi tidak utuh.
“Hari pertama dan kedua utuh, hari ketiga kemarin potongan. Hari ini (ditemukan) 6 (jenazah), jadi (total) 9. Jadi kurang 1 (jenazah),” terang Arif.
“Saya tidak bisa membocorkan, yang jelas 6 (jenazah ditemukan hari ini) itu tidak utuh. Pokoknya tidak utuh,” bebernya.
Dia menyebut operasi SAR masih akan dilakukan hingga hari ketujuh. Namun operasi SAR bisa langsung ditutup apabila jenazah terakhir telah ditemukan.
“Namun apabila ada penemuan korban dari masyarakat atau dari mana, akan kita buka operasi SAR itu bukan pencarian lagi. Tapi operasi SAR evakuasi, seperti itu,” ucapnya.
