Jenazah korban pertama kecelakaan Pesawat ATR 42-500 tiba di Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), pagi ini. Jenazah berjenis kelamin pria itu selanjutnya akan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar.
“Alhamdulillah, cuaca hari ini mendukung untuk dilakukan evakuasi, maka dari itu Dolphin dari Basarnas (Heli) HR-3601 berangkat ke Lampeso (Kabupaten Maros),” ujar Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).
Dari Desa Lampeso, lanjut Andi Sultan, jenazah kembali dinaikkan ke helikopter pada pukul 07.47 Wita. Jenazah lalu diberangkatkan menggunakan heli dan tiba di Lanud Sultan Hasanuddin.
“Pada pukul 08.15 Wita, berhasil landing dan langsung diserahkan ke tim DVI. Alhamdulillah cuaca mendukung untuk proses evakuasi,” jelas Andi Sultan.
Sebagai informasi, jenazah pria tersebut merupakan korban pertama yang ditemukan pada Minggu (18/1) sekitar pukul 14.20 Wita. Korban ditemukan di jurang dengan kedalaman 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
Tim SAR kemudian menemukan jenazah berjenis kelamin perempuan korban kedua dari kedalaman 500 pada Senin (19/1) sekitar pukul 14.20 Wita. Namun tim SAR lebih dulu mengevakuasi jenazah pramugari Pesawat ATR 42-500 ke RS Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1) malam.
Tim SAR menyebut evakuasi jenazah pramugari lebih lancar dari korban pertama meski jaraknya lebih jauh. Hal ini karena medan yang dilalui saat proses evakuasi juga berbeda.
“(Jarak korban pertama dan kedua ditemukan) sekitar 600 meter,” kata Danrem 142/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan kepada wartawan di Posko Tompobulu, Pangkep, Selasa (20/1).
“Faktor perbukitan yang kita temukan antara perempuan dan laki-laki ini kan berbeda, tidak dalam lokasi yang sama sehingga itu yang membedakan,” ucap Andre.
