Jenazah Florencia Lolita Wibisono alias Olen (33), pramugari yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT telah tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Keluarga langsung membawa jenazah Olen ke kampung halamannya di Kabupaten Minahasa.
Pantauan infocom, Jumat (23/1/2026), jenazah Olen tiba di terminal cargo bandara pada pukul 14.00 Wita. Jenazah korban disambut sejumlah keluarga di bandara yang sudah menunggu sejak siang tadi.
Saat peti jenazah dikeluarkan dari terminal cargo, tampak keluarga korban menangis histeris. Mereka juga membacakan doa di samping peti jenazah korban.
Selanjutnya, peti jenazah diangkat ke mobil ambulans Brigade Manguni Indonesia (BMI) Minahasa. Keluarga kemudian mengikuti mobil ambulans itu menuju rumah duka di Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano, Minahasa.
“Dari sini kita akan langsung ke Taler, Tondano. Di sana ada ibadah penyambutan,” kata kakak Olen, Natasya Wibisono kepada wartawan di bandara.
Dia mengungkapkan ada rangkaian ibadah yang dilakukan sebelum korban dimakamkan pada Sabtu (24/1) besok. Pemakaman tepatnya di pekuburan keluarga Desa Ranomerut, Kecamatan Eris, Minahasa.
“Malam pukul 19.00 Wita akan ada ibadah penghiburan. Kemudian Sabtu pukul 12.00 Wita ada ibadah pelepasan. Setelah ibadah pelepasan jenazah Florencia akan dimakamkan,” terangnya.
Dia lantas mengenang adiknya itu semasa hidup. Natasya menilai adiknya adalah pribadi yang ceriah, pintar, dan suka membantu orang lain.
“Dia suka membantu orang lain walaupun mungkin dia suka memaksakan, tapi dia selalu mendahulukan orang lain,” beber Natasya.
“Dia pribadi yang pintar, berintegritas, teman-teman juga bisa melihat bagaimana komen-komen di (media sosial) bagaimana hidupnya Olen bisa jadi berkat,” tambahnya.
Natasya mengaku sempat video call dengan adiknya saat masih di Semarang sebelum melakukan penerbangan ke Yogyakarta. Namun setelah komunikasi itu, dia tidak tahu kalau adiknya itu lanjut terbang ke Sulawesi.
“Namun, dari Jogja dia sudah tak bilang akan terbang kemana, besoknya saya mendapat kabar sudah sejam pesawat dari Olen hilang kontak,” pungkasnya.
Diketahui, Olen menjadi salah satu dari 10 korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Jenazah Olen dievakuasi dari jurang kedalaman 500 meter pada Senin (19/1).
Identitas Olen baru terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri pada Rabu (21/1). Hal ini setelah dilakukan identifikasi melalui sidik jari.
Biddokkes Polda Sulsel kemudian menyerahkan jenazah Olen kepada pihak keluarga di Kantor Biddokes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, Rabu (21/1) sekitar pukul 13.44 Wita. Setelah penyerahan, keluarga membawa jenazah korban Jakarta.
