Direktur Utama (Dirut) Perumda (PD) Parkir Makassar Adi Rasyid Ali (ARA) menduga penyerangan orang tidak dikenal (OTK) terhadap kantornya dipicu inspeksi mendadak (sidak) atau penertiban parkir dan juru parkir liar yang masif. Penyerangan itu juga berdampak kepada kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar.
“Ini semua karena masifnya kita melakukan sidak parkir liar dan jukir liar. Iya (ada indikasi), karena Perumda Parkir sekarang kan beda (dengan) yang kemarin-kemarin,” ungkap ARA kepada infoSulsel, Sabtu (17/1/2026).
ARA menegaskan pihaknya memang gencar menertibkan lokasi-lokasi yang selama ini jarang tersentuh. Salah satunya aktivitas parkir liar di terowongan Mal Panakkukang Makassar.
“Salah satu yang kita tertibkan yang selama ini tidak pernah bisa disentuh-sentuh adalah di terowongan yang Mal Panakkukang itu. Itukan sudah kita tertibkan dan beberapa tempat,” tuturnya.
Dia curiga ada oknum atau pihak yang tidak senang dengan penertiban tersebut. Namun ARA menegaskan pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap parkir maupun jukir liar.
“Memang masih ada beberapa yang belum, memang tidak gampang. Nah ketika kita melakukan penertiban, sidak oleh patroli tim reaksi cepat kita ya banyak yang kebakaran jenggot,” tambah ARA.
ARA enggan berspekulasi lebih jauh soal terduga pelaku melibatkan jukir liar. Namun dia kembali menegaskan ada banyak pihak yang terganggu dengan aksi PD Parkir maupun Dishub Makassar belakangan ini.
“Intinya semakin sering Perumda Parkir menertibkan jukir liar dan parkir liar, maka banyak yang kebakaran jenggot. Dengan pelemparan ini, kami Perumda Parkir melalui tim reaksi cepat kami akan semakin masif untuk tertibkan jukir liar dan parkir liar,” jelasnya.
ARA memastikan tidak ada korban luka saat kantor PD Parkir Makassar dilempari batu oleh OTK. Penyerangan tersebut hanya mengakibatkan kaca pintu kantor utama pecah.
“Kami mohon support dan dukungan masyarakat. Memang butuh proses dan dukungan semua pihak terutama dukungan TNI/Polri, peran masyarakat, (ketua) RT/RW, camat dan lurah, karena ini soal kota Makassar yang harus bisa tertib dan aman,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, kantor Dishub dan PD Parkir Makassar dilempari OTK menggunakan batu pada Kamis (15/1) dini hari. Para pelaku yang melakukan penyerangan datang mengendarai motor dan saling berboncengan.
“Untuk full baket yang kami lakukan adalah analisa CCTV untuk mencari, mengidentifikasi pelaku yang berjumlah 13 orang menggunakan sepeda motor sebanyak 7 unit,” ungkap Kanit Jatanras Polrestabes Makassar AKP Hamka kepada wartawan, Sabtu (17/1).
Hamka menduga pelaku pelemparan baru ke kantor PD Parkir Makassar adalah orang yang sama dengan pelaku penyerangan di kantor Dishub Makassar. Pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kalau kita lihat dari pantauan CCTV, itu memang ada unsur kesengajaan, sengaja datang untuk menyerang ke sini. Selain di sini, di dinas perhubungan kota juga,” imbuh Hamka.







