Terdapat waktu-waktu utama melaksanakan amalan puasa sunnah di bulan Syaban, salah satunya saat pertengahan bulan. Amalan ini biasa disebut dengan puasa Nisfu Syaban.
Menyadur buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun, banyak ulama yang berpendapat bahwa sunnah hukumnya melaksanakan puasa di pertengahan bulan Sya’ban. Anjuran puasa sunnah ini disandarkan pada Sabda Rasulullah SAW:
“Jika tiba waktu malam nisfu Sya’ban, maka beribadahlah di malamnya dan puasalah di siangnya, karena sesungguhnya Allah Ta’ala menurunkan rahmat-Nya mulai tenggelamnya Matahari (Maghrib) di langit dunia dan berfirman, “‘Siapa yang meminta ampun akan Aku ampuni. Siapa yang minta rezeki akan Aku beri rezeki. Siapa yang terkena musibah akan Aku sembuhkan. Siapa yang minta ini dan itu seterusnya, sampai waktu terbitnya fajar (Matahari)”. (HR Ibnu Majah)
Sebelum melaksanakannya, umat Islam perlu memahami sejara jelas niat hingga jadwal pelaksanaannya. Hal ini agar amalan sunnah dapat dilaksanakan seusai waktunya.
Nah, berikut ini panduan lengkapnya!
Adapun bacaan niat puasa Nisfu Syaban yang dilansir dari buku ‘Meraih Surga dengan Puasa’ karya H Herdiansyah Achmad Lc, adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ فِي النِّصْفِ الشَّعْبَانِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma fi-n-nishfi-sy-sya’baani sunnata-lillaahi ta’aala.
Artinya: “Saya niat puasa pada pertengahan bulan Syaban sunnah karena Allah ta’ala.”
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, puasa Nisfu Syaban dikerjakan pada pertengahan atau tanggal 15 bulan Syaban. Berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis Kementerian Agama RI, tanggal 15 Syaban 1447 H jatuh pada 3 Februari 2026.
Dengan demikian, puasa Nisfu Syaban 2026 dikerjakan pada hari Selasa, 3 Februari.
Dilansir dari laman Baznas, puasa Nisfu Syaban menjadi salah satu amalan sunnah yang memiliki sejumlah keutamaan bagi yang mengerjakannya. Mulai dari mendapat ampunan dari Allah SWT, meneladani sunnah Rasulullah SAW, hingga sebagai waktu persiapan menuju bulan Ramadhan.
Berikut masing-masing penjelasannya:
Nisfu Syaban merupakan salah satu waktu istimewa dalam Islam, di mana Allah SWT akan memberikan ampunan kepada para hamba-Nya. Maka tak heran umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah Nisfu Syaban.
Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya Allah melihat pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah No 1390, dinilai hasan oleh Al-Albani)
Berpuasa di bulan Syaban, termasuk Nisfu Syaban, merupakan amalan yang dianjurkan sebagai persiapan menyambut bulan Ramadhan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah SAW banyak mengerjakan puasa di bulan ini.
Aisyah RA berkata:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa selain di bulan Syaban.” (HR. Bukhari No. 1969, Muslim No. 1156)
Melaksanakan puasa sunnah di bulan Syaban, termasuk Nisfu Syaban, merupakan salah satu bentuk meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits riwayat An-Nasa’i, Rasulullah menyampaikan bahwa pada bulan ini seluruh amalan manusia diangkat kepada Allah SWT, sehingga ia berharap berada dalam keadaan berpuasa ketika amalannya diangkat.
Rasulullah bersabda:
“Itulah bulan (Syaban) yang sering dilupakan manusia, yaitu bulan antara Rajab dan Ramadhan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amalan kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.” (HR An-Nasa’i No 2357, dinilai hasan oleh Al-Albani)
Demikianlah ulasan mengenai jadwal puasa Nisfu Syaban 2026 beserta bacaan niat dan keutamaannya. Semoga bermanfaat!
