Kebakaran Hebat di Kendari Hanguskan Gudang Cengkeh-Rumah, Kerugian Rp 5 M

Posted on

Sebanyak 17 unit bangunan di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) hangus terbakar yang mengakibatkan kerugian sekitar Rp 5 miliar. Bangunan yang terbakar di antaranya terdiri dari gudang cengkeh, warung makan, dan rumah warga.

“Iya yang terbakar itu 3 gudang cengkeh, 6 kios, 4 warung makan dan 4 rumah warga,” kata Kadis Damkar Kendari Ahriawandy Effendy kepada wartawan, Minggu (18/1/2026).

Kebakaran hebat itu melanda kawasan padat di Jalan Pembangunan, Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, Kendari pada Sabtu (17/1) malam. Tim Damkar Kendari menerima laporan kebakaran pukul 21.55 Wita.

“Laporan kami terima pukul 21.55 Wita dan api sudah membesar saat tim pertama tiba di lokasi,” ujar Effendy.

Ia mengungkapkan api pertama kali dilaporkan muncul dari salah satu kios warung yang berada di samping gudang. Dalam waktu singkat, api merembet cepat ke bangunan lain karena sebagian besar bangunan terbuat dari papan dan kayu.

“Bangunan yang terbakar mayoritas semi permanen sehingga api sangat cepat menjalar,” ujarnya.

Warga yang melihat kobaran api langsung melapor ke Damkar Kendari. Unit Pos Benua-benua tiba di lokasi empat menit setelah laporan diterima, disusul armada tambahan dari Mako, Pos Boulevard, dan Pos Poasia.

“Kami langsung lakukan penanganan awal sambil menunggu armada tambahan untuk memutus sebaran api,” katanya.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati api sudah melahap beberapa kios, gudang, dan rumah warga. Proses pemadaman dilakukan secara intensif dengan pengerahan tujuh unit mobil pemadam kebakaran.

“Total tujuh unit kami turunkan, termasuk unit rescue untuk percepatan penanganan,” jelasnya.

Ia menuturkan proses pemadaman turut dibantu personel TNI, Polri, komunitas SAR, dan komunitas tower yang membantu suplai air. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 00.40 Wita dan dilanjutkan proses pendinginan.

“Kami pastikan tidak ada titik api tersisa agar tidak terjadi kebakaran ulang,” tegasnya.

Ia menambahkan penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Total kerugian material ditaksir mencapai Rp 5 miliar.

“Kami masih menunggu hasil penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Kerugian diperkirakan kurang lebih Rp 5 miliar,” pungkasnya.