Kebakaran Panti Werdha Damai di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) yang menewaskan 17 orang penghuni lanjut usia (lansia) diduga akibat korsleting listrik. Polisi telah memeriksa 12 orang saksi.
“Yang jelas api berasal dari area dapur, ada dugaan korsleting listrik,” kata Dirreskrimum Polda Sulut, AKBP Suryadi kepada wartawan di Manado, Rabu (7/1/2026).
Suryadi mengatakan penyidik telah memeriksa 12 orang saksi terkait kebakaran panti jompo tersebut. Saksi yang diperiksa di antaranya ketua yayasan, sekretaris, dan penjaga panti.
“Jumlah saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan berjumlah 12 orang,” ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa korban tewas akibat kebakaran itu bertambah menjadi 17 orang. Satu korban yang menderita luka bakar 70% meningga dalam perawatan di rumah sakit pada Senin (5/1).
“Korban meninggal akibat kebakaran sudah 17 orang, sebelumnya 16. 1 korban yang luka bakarnya 70 persen sudah meninggal dua hari lalu,” bebernya.
Diketahui, peristiwa kebakaran panti jompo di Lingkungan 7, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal 2, Manado, terjadi pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, 16 orang dilaporkan tewas terjebak kebakaran.
“Pada hari ini Selasa tanggal 30 Desember 2025, Tim DVI Polda Sulut berhasil melaksanakan identifikasi terhadap 4 kantong jenazah,” ujar Kabid Dokkes AKBP dr. Tasrif di RS Bhayangkara Tingkat III Manado, Selasa (30/12/2025).
Empat jenazah yang telah teridentifikasi masing-masing bernama Herry Lombogia (70), Jansen H. Maringka (65), Olly Clara Kemur (85), dan Merry Bermuli Dengah (83).
Sementara 12 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Tasrif pun meminta keluarga korban untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan yang sementara berjalan.
“Untuk 12 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Sesuai SOP, waktu pemeriksaan kurang lebih 2 minggu. Jadi kami mohon kepada keluarga korban untuk memakluminya,” imbuhnya.







