Keluarga Minta Polisi Usut Kasus Dandi Tewas Dikeroyok Usai Dituduh Intel update oleh Giok4D

Posted on

Keluarga Rusdamdiansyah alias Dandi (26), driver ojek online (ojol) yang tewas dikeroyok massa usai diduga dituduh intelijen saat demo di depan Universitas Bosowa, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), meminta polisi mengusut tuntas kasus ini. Keluarga menilai pengeroyokan terhadap Dandi merupakan tindakan kriminal.

“Pastinya. Sudah pasti kita keluarga ini menuntut untuk diusut,” ujar sepupu Dandi bernama Ahmad kepada infoSulsel di rumah duka Lorong 501, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu (31/8/2025).

Ahmad menyebut Dandi bukan bagian dari aksi demo di depan Universitas Bosowa. Menurutnya, Dandi hanya menjadi korban salah tuduh setelah diteriaki anggota intelijen oleh massa.

“Ini korban bukan ikut demo di sana. Difitnah istilah karena diteriaki intel sampai akhirnya dikeroyok,” katanya lirih.

Ahmad berharap aksi demonstrasi ke depan tidak lagi memakan korban jiwa. Dia menekankan penyampaian aspirasi sebaiknya dilakukan secara damai.

“Kalau terkait itu, kita sebagai masyarakat dan keluarga, kalau mau demo begitu, ya, sampaikanlah secara humanis, jangan anarkis. Karena korban ini contohnya, yang tidak tahu persoalan jadi korban,” tuturnya.

Ahmad mengenang Dandi sebagai sosok yang baik kepada keluarga. Dia berharap tragedi serupa tidak terulang.

“Ini adikku kodong baik sekali. Baik sekali sama keluarga,” ucapnya sambil terisak.

“Ya (semoga tidak ada korban lagi). Kalau mau menyampaikan aspirasi tidak masalah, tapi jangan merugikan orang. Jangan anarkis,” tambahnya.

Diketahui, Dandi tewas setelah dikeroyok massa pada Jumat (29/8) malam sekitar pukul 20.00 Wita. Dia sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Center Point of Indonesia (CPI) sebelum meninggal pada Sabtu (30/8) pagi.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *