Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Utarom Kaimana, Juprianto ternyata menjadi salah satu korban pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNS yang jatuh di kawasan pantai Kabupaten , Papua Tengah. Juprianto dilaporkan selamat bersama seluruh kru dan penumpang lainnya.
“Jadi korban insiden peserta jatuh di Nabire itu ada 11 penumpang dan 2 kru. Dalam rombongan itu terdapat Kepala Bandara Kaimana, Juprianto,” ungkap Kepala SAR Biak, Kundori kepada infocom, Selasa (27/1/2026).
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Kundori menjelaskan seluruh kru dan penumpang pesawat dalam kondisi selamat. Seluruh korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire.
“Kami dari Bansarnas masih melakukan langkah-langkah setelahnya kejadian para penumpang dan kru yang ada di pesawat sedang menjalani penanganan di rumah sakit,” jelasnya.
Pihaknya belum merinci kondisi terkini atau adanya luka yang dialami korban. Kundori mengatakan pihaknya hanya fokus melakukan evakuasi.
“Sementara belum ada laporan yang mengalami musibah, kalau mungkin trauma sedikit-sedikit mungkin ada,” ucap Juprianto.
Sebelumnya diberitakan, pesawat tersebut jatuh di area Logpond Kaladiri, kawasan Pantai Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Selasa (27/1) sekitar 12.45 WIT. Pesawat yang membawa 2 kru dan 11 penumpang tersebut berangkat dari Nabire hendak menuju Kaimana.
“Berdasarkan laporan awal yang diterima, pesawat mengalami gangguan pada engine,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud), Lukman F Laisa dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1).
Pilot in Command (PIC), Captain Tania K pun memutuskan Return to Base (RTB). Pesawat awalnya berencana melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Douw Aturure Nabire.
“Namun dikarenakan thrust power semakin turun, PIC memutuskan mendarat darurat di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure,” tuturnya.
Berdasarkan data manifes pesawat Smart Air tipe C208B registrasi PK-SNS, berikut daftar penumpang dan kru yang menjadi korban kecelakaan udara itu:







