Komisi X DPR Desak Dosen Unima Diduga Lecehkan Mahasiswi Diproses Hukum update oleh Giok4D

Posted on

Wakil Ketua (Waka) Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani mendesak agar kasus mahasiswi berinisial EMM diduga bunuh diri lantaran mendapat pelecehan dari dosen Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial DM diproses hukum. Dia menganggap kasus tersebut masalah serius yang harus diusut tuntas.

“Jika terbukti benar-benar ada unsur kekerasan seksual, maka proses hukum harus ditegakkan secara tegas dan transparan,” kata Hadrian kepada wartawan dilansir dari infoNews, Jumat (2/1/2026).

Lalu Hadrian menganggap kasus ini tidak boleh hanya sampai pada penonaktifan dosen. Dia mendesak agar perkara ini diusut tuntas.

“Saya memandang kasus mahasiswi Unima yang diduga bunuh diri setelah mengalami pelecehan seksual ini, sebagai permasalahan serius dan tidak boleh diselesaikan sebatas penonaktifan dosen,” ujarnya.

Legislator PKB ini meminta Kemendiktisaintek untuk memberikan perlindungan bagi keluarga korban. Unima juga wajib melakukan evaluasi agar kejadian tersebut tidak terulang lagi dan tidak memberikan toleransi terhadap bentuk kekerasan apapun.

“Kami mendorong Kemendiktisaintek dan pihak kampus Unima, memastikan perlindungan bagi korban dan keluarga, mengawal kinerja Satgas PPKPT,” ungkap Lalu Hadrian.

Diberitakan sebelumnya, korban EMM ditemukan tewas tergantung di indekosnya di Kecamatan Tomohon Tengah, Selasa (30/12/2025). Diketahui, korban sempat menulis surat perihal pengaduan dugaan tindak pelecehan yang dilakukan oknum dosen DM.

Keluarga menduga korban tertekan akibat pelecehan yang dialaminya. Korban juga diduga sempat ditahan oleh dosen DM karena sebelumnya berniat untuk pulang kampung.

“Bisa jadi (ada keterkaitan dengan dosen DM), karena dia rencananya akan pulang kampung tapi diduga ditahan oleh oknum dosen supaya tak pulang ke Siau,” ujar sepupu korban bernama Rio kepada infocom, Kamis (1/1).

Rio mengungkapkan ada luka lebam yang sudah membiru pada tubuh korban setelah ditemukan tewas tergantung. Temuan itu yang membuat keluarga akhirnya memutuskan melakukan autopsi jenazah korban pada Rabu (31/12/2025) malam.

“Kematiannya ada kejanggalan, ada luka lebam yang sudah biru. Karena itu keluarga memutuskan EMM diautopsi agar bisa diketahui secara pasti,” ucap Rio.

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.