KONI Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) menanggapi klaim panitia event Baku Tumbuk yang mengaku mendapat izin setelah ada rekomendasi dari cabang olahraga (cabor) kickboxing. KONI menegaskan tidak memberikan rekomendasi dan izin meski sudah pertemuan dengan panitia event.
“Siapa bilang ada izinnya? Justru dengan adanya pernyataan mereka ini, mereka bikin blunder sendiri toh? Bahwa KONI bukan lembaga perizinan. Betul, tapi KONI memiliki kewenangan dan tugas membina cabang olahraga,” kata Ketua KONI Parepare Fadly Agoes Mante kepada infoSulsel, Rabu (14/1/2026).
Di sisi lain, Fadly mengaku ragu memberikan rekomendasi ke panitia untuk event tersebut. Pasalnya, panitia belum menyampaikan syarat administrasi terkait perangkat pertandingannya.
“Saya ragu karena sampai sekarang belum ada surat yang masuk dari kickboxing terkait dengan syarat-syarat administrasinya. Yang pertama, daftar kategori pertandingan yang akan dipertandingkan belum disampaikan,” bebernya.
“Kedua, technical delegate belum disampaikan juga siapa yang penanggung jawabnya, siapa supervisor-nya secara teknis,” lanjutnya.
Menurut Fadly, wasit pertandingan yang diklaim berlisensi oleh panitia juga belum jelas. Dia khawatir, wasit yang memimpin pertandingan event tersebut tidak profesional.
“Oke, kemudian yang ketiga adalah kami belum melihat lisensi wasit yang akan digunakan. Wasit apa? Jangan sampai wasit ayam yang dipakai,” katanya.
Dia mengakui sempat bertemu dengan pihak panitia event tersebut. Namun, pertemuan itu bukan berarti KONI sudah memberi izin untuk event Baku Tumbuk.
“Terlalu prematur keputusannya kalau sekadar pertemuan yang mengklarifikasi kegiatan, kemudian dijustifikasi sebagai bentuk persetujuan. Itu terlalu euforia namanya, ada tahapan yang harus dilalui,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, panitia mengklaim telah dapat rekomendasi dari cabor kickboxing untuk event Baku Tumbuk. Pihak panitia juga menegaskan bahwa event tersebut tidak melegalkan perkelahian jalanan.
“Itu murni miskomunikasi. Mungkin masyarakat melihat judulnya saja, temanya saja Baku Tumbuk. Jadi memang persepsi pasti ke arah perkelahian liar. Tapi di balik itu semua kita sebenarnya pakai rules kickboxing,” kata Ketua Panitia Baku Tumbuk, Ahmad Kamal kepada infoSulsel, Rabu (14/1).
Kamal menuturkan permohonan maaf kepada pihak KONI atas kesalahpahaman terkait rekomendasi cabor kickboxing. Dia mengaku setelah bertemu KONI, event tersebut sudah mengantongi perizinan lengkap.
“Pertama-tama sebelumnya saya mau meminta maaf kepada pihak KONI karena memang ada miskomunikasi lah. Terus yang kedua, terkait masalah izin rekomendasi dan lain-lain itu alhamdulillah kita sudah lengkap semua,” jelasnya.
Diketahui, event Baku Tumbuk ini bikin heboh di media sosial (medsos). Event itu dianggap melegalkan perkelahian usai Pemkot Parepare disebut memberikan rekomendasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Event baku tumbuk ini ibaratkan melegalisasi perkelahian jalanan. Dilegalkan, diresmikan istilahnya, kalau pemerintah daerah memberikan izin,” kata Ketua KONI Parepare, Fadly Agoes Mante kepada infoSulsel, Selasa (13/1).
Fadly menilai event Baku Tumbuk itu berbahaya bagi peserta yang terlibat karena tidak jelas cabang olahraganya. Pasalnya, penerapan aturan event itu juga tidak jelas rujukannya.
“Berbahaya karena tidak ada apa namanya, aturannya. Jangan sampai dia pukul secara brutal. Jadi rule-nya harus jelas,” ujar Fadly.
