Tim SAR gabungan berhasil menemukan titik koordinat jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Serpihan pesawat ditemukan pada ketinggian sekitar 1.300 meter dari permukaan laut (MDPL).
Dalam foto yang diterima infoSulsel, puing pesawat di antaranya ada yang ditemukan pada koordinat 4°55’44,503″ LS – 119°44’50,127″ BT dengan ketinggian 1.393 MDPL. Selanjutnya ada yang ditemukan pada koordinat 4°55’44,37″ LS – 119°44’50,008″ BT dengan ketinggian 1.389 MDPL.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar mengatakan serpihan pertama ditemukan pada pukul 07.46 Wita, berupa bagian window pesawat dalam kondisi kecil. Selanjutnya, pada pukul 07.49 Wita, ditemukan bagian badan pesawat berukuran besar.
“Pada pukul 07.52 WITA, tim kembali memperoleh informasi bahwa bagian pundak pesawat telah terbuka serta ditemukan bagian ekor pesawat yang berada di sebelah selatan lereng bawah lokasi kejadian,” ujar Arif dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).
Kemudian pada pukul 08.02 Wita, serpihan besar kembali terpantau oleh SRU AJU dengan pemantauan udara menggunakan Helikopter Caracal. Selanjutnya, pada pukul 08.11 Wita, tim menyampaikan kebutuhan peralatan tambahan berupa perlengkapan mountaineering atau climbing untuk menjangkau lokasi yang memiliki medan terjal.
“Penemuan serpihan pesawat ini menjadi clue penting dalam mempersempit area pencarian. Tim SAR gabungan saat ini fokus pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian taktik operasi sesuai dengan kondisi medan di lapangan,” kata Arif.
Ia menambahkan bahwa medan lokasi kejadian cukup menantang dan memerlukan dukungan peralatan khusus.
“Beberapa titik berada di area lereng dan membutuhkan peralatan mountaineering. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami dalam menjalankan operasi ini,” tegasnya.
Arif mengatakan tim rescue melalui udara kini telah diturunkan dan sementara melakukan pencarian korban. Dia menegaskan pencarian kini difokuskan pada korban yang masih memungkinkan dievakuasi dalam kondisi selamat.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Sampai saat ini tim SAR gabungan sudah menurunkan tim rescue melalui udara dan langsung melakukan pencarian korban. Yang kami utamakan pencarian korban, mudah-mudahan ada yang bisa kami evakuasi dalam keadaan selamat,” kata Arif dalam konferensi pers.
Dia menuturkan, metode pencarian dibagi dua tim. Aaa SRU darat dan SRU udara. Total tim SAR gabungan yang saat ini berada di lokasi mencapai 1.200 orang.
“Kami Basarnas membagi empat SRU dan membagi empat titik pencarian melalui penyapuan lewat darat, sehingga tidak ada korban yang terlewatkan,” bebernya.
