Korban oknum dosen berinisial DM yang diduga melecehkan mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) inisial EMM sebelum ditemukan tewas tergantung ternyata tidak cuma satu. Sejumlah mahasiswa hingga alumni yang diduga turut menjadi korban kini mulai bersuara.
“Kita sudah bisa lihat di media sosial bahwa sudah banyak juga yang speak up dan menjadi bukti-bukti baru juga buat tim satgas,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, Aldjon Dapa kepada infocom, Sabtu (3/1/2026).
Aldjon mengatakan korban yang mulai bersuara rata-rata merupakan alumni. Mereka turut mengaku pernah mendapatkan tindakan pelecehan serupa dari dosen DM saat masih kuliah.
“Iya (ada mahasiswi aktif), tapi itu sebagian alumni, ada yang sudah 10 tahun lalu, ada enam tahun lalu,” ungkap Aldjon.
Menurutnya, pengakuan-pengakuan dari mahasiswi dan alumni yang diduga turut menjadi korban akan menjadi masukan bagi Satgas PPKPT Unima. Sehingga, tim Satgas PPKPT punya dasar yang kuat dalam pemberian sanksi.
“Itu menjadi dokumen dan referensi juga untuk dosen yang bersangkutan. Iya (pertimbangan sanksi),” bebernya.
Lebih lanjut, Aldjon berharap kejadian seperti ini tidak lagi terjadi di lingkungan kampus, khususnya di FIPP Unima. Dia meminta mahasiswa untuk tidak diam jika mendapatkan perlakuan yang tidak pantas dari dosen.
“Saya sebagai pimpinan fakultas mengimbau jika di waktu-waktu yang akan mendatang, kita tidak juga menginginkan itu, ya, tapi kalau ditemukan ada gejala dosen mencurigakan yang tidak sesuai dengan PPKPT mari laporkan. Jangan diam,” pinta Aldjon.
Diberitakan sebelumnya, keluarga EMM menaruh curiga ke dosen inisial DM di balik aksi nekat korban mengakhiri hidupnya. Keluarga menduga korban tertekan akibat pelecehan yang dialaminya.
Kecurigaan itu disampaikan sepupu korban bernama Rio. Dia menyebut keluarga menduga korban sempat ditahan oleh dosen DM karena sebelumnya berniat untuk pulang kampung.
“Bisa jadi (ada keterkaitan dengan dosen DM), karena dia rencananya akan pulang kampung tapi diduga ditahan oleh oknum dosen supaya tak pulang ke Siau,” ujar Rio kepada infocom, Kamis (1/1).
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
