Korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, bertambah menjadi 14 orang berdasarkan laporan hingga pagi ini. Sebanyak 18 korban lainnya mengalami luka-luka.
“Sesuai data dari pemerintah hingga pukul 08.00 Wita, sudah 14 orang korban meninggal dunia, 18 luka-luka dan 4 orang hilang,” ungkap Humas Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng kepada infocom, Selasa (6/1/2026).
Nuriadin melanjutkan, personel Basarnas Sulut sedang menuju lokasi terdampak untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (OPS SAR). Tim rescue diberangkatkan ke lokasi menggunakan KM Marina Bay 01 pada Senin (5/1).
Basarnas Sulut turut membawa sejumlah peralatan di antaranya kendaraan rescue, peralatan komunikasi, medis, mountaineering, tenda posko, serta peralatan pendukung lainnya.
“Pagi ini tim tiba Pelabuhan Siau 03.07 Wita dan saat ini sudah melakukan pencarian,” sebut Nuriadin.
Diberitakan sebelumnya, banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Sitaro pada Senin (5/1) sekitar pukul 03.00 Wita. Pemkab Sitaro pun menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari.
Status tanggap darurat ini terhitung mulai 5 hingga 18 Januari 2026. Empat kecamatan terdampak banjir bandang yakni Kecamatan Siau Timur, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kecamatan Siau Barat, dan Kecamatan Siau Barat Selatan.
“Penetapan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro,” kata Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit dalam surat edarannya, Senin (5/1).







