Korban meninggal dunia akibat kebakaran Panti Werdha Damai di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), bertambah menjadi 17 orang. Satu korban panti jompo yang menderita luka bakar 70% dinyatakan meninggal saat dalam perawatan di rumah sakit.
“Korban meninggal akibat kebakaran sudah 17 orang, sebelumnya 16 (orang),” ujar Dirreskrimum Polda Sulut AKBP Suryadi kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).
Suryadi mengatakan korban dinyatakan meninggal di rumah sakit pada Senin (5/1). Dia menuturkan tubuh korban mengalami luka bakar sekitar 70%.
“1 korban yang luka bakarnya 70 persen sudah meninggal dua hari lalu,” bebernya.
Dia tidak mengungkapkan identitas korban. Suryadi mengaku pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut dan memeriksa sejumlah saksi.
“Kami akan melakukan pemeriksaan kepada ketua yayasan, sekretaris, penjaga serta saksi-saksi di lokasi,” bebernya.
Dia menambahkan dugaan sementara kebakaran akibat korsleting listrik di area dapur. Polresta Manado dan Polda Sulut masih berkoordinasi terkait kasus tersebut. Pihaknya pun masih
“Api berasal dari area dapur diduga akibat korsleting listrik. Besok perkara ini akan kami evaluasi, bersama Polresta Manado,” tutupnya.
Diketahui, peristiwa kebakaran panti jompo di Lingkungan 7, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal 2, Manado, terjadi pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, 16 orang dilaporkan tewas terjebak kebakaran.
“Pada hari ini Selasa tanggal 30 Desember 2025, Tim DVI Polda Sulut berhasil melaksanakan identifikasi terhadap 4 kantong jenazah,” ujar Kabid Dokkes AKBP dr. Tasrif di RS Bhayangkara Tingkat III Manado, Selasa (30/12/2025).
Empat jenazah yang telah teridentifikasi masing-masing bernama Herry Lombogia (70), Jansen H. Maringka (65), Olly Clara Kemur (85), dan Merry Bermuli Dengah (83).
Sementara 12 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Tasrif pun meminta keluarga korban untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan yang sementara berjalan.
“Untuk 12 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Sesuai SOP, waktu pemeriksaan kurang lebih 2 minggu. Jadi kami mohon kepada keluarga korban untuk memakluminya,” imbuhnya.







