Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid diduga menganiaya Kabid Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Soppeng bernama Rusman. Penganiayaan dialami Rusman di ruangannya.
Insiden penganiayaan tersebut terjadi di ruangan Rusman pada Rabu (24/12/2025). Penganiayaan bermula ketika Andi Farid bersama seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu bernama Abidin datang menanyakan dasar penempatan Abidin.
“Ketua DPRD Andi Muhammad Farid bersama Abidin datang ke ruangan saya menanyakan dasar penempatan saudara Abidin,” ujar Rusman dalam videonya yang viral di media sosial, dikutip Sabtu (3/1/2026).
Rusman mengaku menjelaskan terkait dasar penempatan PPPK yang dimaksud atas persetujuan BKN Makassar. Namun, kata dia, Andi Farid dan Abidin tidak puas dengan jawaban yang ia berikan.
“Namun Andi Farid dan Abidin tidak puas dengan jawaban yang saya berikan. Kemudian terjadilah pengancaman dan penganiayaan terhadap diri saya,” kata Rusman.
“Pada saat itu Andi Farid melempar kursi futura warna biru kemudian menendang dua kali ke perut saya, kemudian keluar dari ruangan saya,” imbuhnya.
Atas kejadian itu, Rusman mengaku melaporkan Andi Farid ke polisi pada Minggu (28/12). Laporan tersebut terkait pengancaman dan penganiayaan.
“Atas kejadian ini saya sudah melaporkan ke Kapolres Soppeng pada 28 Desember, hari Minggu sore. Laporan pengancaman dan penganiayaan,” terangnya.
“Saya melaporkan kejadian ini ke Kapolres Soppeng supaya tidak terjadi kesimpangsiuran terhadap berita yang tengah beredar di tengah masyarakat,” tambahnya.
Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramaputra membenarkan Rusman telah melaporkan kajadian itu ke Polres Soppeng. Dia menyebut kasus itu dilaporkan pada Minggu (28/12).
“Betul, sudah ada laporannya beberapa hari lalu. Yang bersangkutan langsung melapor soal pengancaman dan penganiayaan,” kata Dodie kepada infoSulsel, Kamis (1/1).
Namun, Dodie mengaku belum bisa membeberkan lebih detail terkait kasus dugaan penganiayaan tersebut. Pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan saksi dan visum terhadap korban.
“Sementara dilakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi. Kita juga sudah lakukan visum, sementara ditunggu hasilnya,” bebernya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Sementara itu, infoSulsel mengonfirmasi Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid terkait laporan tersebut. Namun dia belum memberikan respons.
Atas kejadian itu, Rusman mengaku melaporkan Andi Farid ke polisi pada Minggu (28/12). Laporan tersebut terkait pengancaman dan penganiayaan.
“Atas kejadian ini saya sudah melaporkan ke Kapolres Soppeng pada 28 Desember, hari Minggu sore. Laporan pengancaman dan penganiayaan,” terangnya.
“Saya melaporkan kejadian ini ke Kapolres Soppeng supaya tidak terjadi kesimpangsiuran terhadap berita yang tengah beredar di tengah masyarakat,” tambahnya.
Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramaputra membenarkan Rusman telah melaporkan kajadian itu ke Polres Soppeng. Dia menyebut kasus itu dilaporkan pada Minggu (28/12).
“Betul, sudah ada laporannya beberapa hari lalu. Yang bersangkutan langsung melapor soal pengancaman dan penganiayaan,” kata Dodie kepada infoSulsel, Kamis (1/1).
Namun, Dodie mengaku belum bisa membeberkan lebih detail terkait kasus dugaan penganiayaan tersebut. Pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan saksi dan visum terhadap korban.
“Sementara dilakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi. Kita juga sudah lakukan visum, sementara ditunggu hasilnya,” bebernya.
Sementara itu, infoSulsel mengonfirmasi Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid terkait laporan tersebut. Namun dia belum memberikan respons.







