Mapolres Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), rusak parah akibat diterjang bandang hingga 4 personel kepolisian mengalami luka-luka. Aktivitas pelayanan kantor Mapolres Sitaro pun lumpuh dan terpaksa dipindahkan ke polsek terdekat.
Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Sitaro dilaporkan terjadi pada Senin (5/1) sekitar pukul 03.00 Wita. Sebanyak 4 personel kepolisian awalnya berjaga di Mapolres Sitaro.
“Jadi sebelum kejadian empat personel ini ada di Mapolres, ruang atas gedung timur,” kata Kapolres Sitaro, AKBP Iwan Permadi kepada infocom, Selasa (6/1/2026).
Iwan menjelaskan, hujan deras melanda memang melanda Sitaro semalaman sebelum kejadian. Banjir pun terjadi hingga membawa material bebatuan.
“Memang dari belakang banjir bandang dari Gunung Tamata. Material yang turun dari Tamata karena hujan dari jam 7 malam sampai pagi tak berhenti,” jelasnya.
Sebelum air semakin meninggi, personel Polres Sitaro sempat mengevakuasi para tahanan. Sebanyak 5 tahanan dievakuasi ke lokasi aman.
“Setengah jam sebelum kejadian, anggota piket sudah mengeluarkan tahanan antisipasi terjadi bencana,” papar Iwan.
Mirisnya, empat polisi masih berada di Mapolres Sitaro saat banjir menerjang. Mereka sempat menyelamatkan diri meski mengalami luka-luka.
“Personel berusaha menyelamatkan diri, meskipun luka-luka akibat banjir disertai bebatuan. Empat personel luka-luka,” ucap Iwan.
Sejumlah bangunan Mapolres Sitaro dilaporkan rusak. Menurut Iwan, kerusakan rata-rata terjadi di lantai bangunan.
“Rata-rata tiga bangunan lantai 1 hancur, aula hancur parah. Bangunan kedua tempat tahanan, gedung reserse sabhara intel itu lantai 1 hancur,” katanya.
Iwan melanjutkan, pelayanan Polres Sitaro dipindahkan sementara dipindahkan ke Polsek. Layanan akan dikembalikan ke Mapolres sampai situasi normal.
“Pelayanan kepada masyarakat untuk sementara kita alihkan ke Polsek Siau Barat, karena memang kami belum bisa beraktivitas di situ, karena Mapolres lumpuh total,” sebut Iwan.
Iwan memastikan personel Polres Sitaro tetap diturunkan untuk membantu penanganan bencana dan evakuasi korban. Sebanyak 98 personel Brimob Polda Sulut juga diturunkan ke lokasi bencana.
Diketahui, korban meninggal akibat banjir bandang di Sitaro sebanyak 14 orang. Empat korban lainnya dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.
“Sesuai data dari pemerintah hingga pukul 08.00 Wita, sudah 14 orang korban meninggal dunia, 18 luka-luka dan 4 orang hilang,” ungkap Humas Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng kepada wartawan, Selasa (6/1).
Mirisnya, empat polisi masih berada di Mapolres Sitaro saat banjir menerjang. Mereka sempat menyelamatkan diri meski mengalami luka-luka.
“Personel berusaha menyelamatkan diri, meskipun luka-luka akibat banjir disertai bebatuan. Empat personel luka-luka,” ucap Iwan.
Sejumlah bangunan Mapolres Sitaro dilaporkan rusak. Menurut Iwan, kerusakan rata-rata terjadi di lantai bangunan.
“Rata-rata tiga bangunan lantai 1 hancur, aula hancur parah. Bangunan kedua tempat tahanan, gedung reserse sabhara intel itu lantai 1 hancur,” katanya.
Iwan melanjutkan, pelayanan Polres Sitaro dipindahkan sementara dipindahkan ke Polsek. Layanan akan dikembalikan ke Mapolres sampai situasi normal.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Pelayanan kepada masyarakat untuk sementara kita alihkan ke Polsek Siau Barat, karena memang kami belum bisa beraktivitas di situ, karena Mapolres lumpuh total,” sebut Iwan.
Iwan memastikan personel Polres Sitaro tetap diturunkan untuk membantu penanganan bencana dan evakuasi korban. Sebanyak 98 personel Brimob Polda Sulut juga diturunkan ke lokasi bencana.
Diketahui, korban meninggal akibat banjir bandang di Sitaro sebanyak 14 orang. Empat korban lainnya dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.
“Sesuai data dari pemerintah hingga pukul 08.00 Wita, sudah 14 orang korban meninggal dunia, 18 luka-luka dan 4 orang hilang,” ungkap Humas Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng kepada wartawan, Selasa (6/1).







