Warga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan kelangkaan dan mahalnya LPG 3 kilogram (kg). Harga di pengecer bahkan tembus Rp 35 ribu per tabungnya.
“Kalau biasanya kita ambil di pangkalan bervariasi, mulai Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu. Kalau di pengecer harganya Rp 22 ribu, sekarang kita keliling mencari dan harganya sampai Rp 35 ribu,” ujar salah seorang warga Kelurahan Toro, Agus Rinaldi (31) kepada infoSulsel, Kamis (22/1/2026).
Agus mengatakan, kelangkaan ini sudah terjadi selama sepekan. Dirinya keliling Kota Watampone, namun sulit menemukan gas melon.
“Ada mi mungkin 1 minggu begini (LPG 3 Kg langka). Tetanggaku juga keliling cari sampai ke Kecamatan Palakka, baru bisa dapat,” katanya.
Hal senada juga disampaikan warga Kecamatan Lamuru, Lili (37). Dia mengaku harus ke daerah Kabupaten Soppeng untuk mencari tabung LPG 3 kg.
“Sampai saat ini kalau di Lamuru hanya susah didapatkan tabung gas melon, biasa kita ke daerah Soppeng mencari. Harganya Rp 25 ribu biasanya,” sebutnya.
Sementara itu, Kadis Perdagangan Bone Muh Rusdi mengaku telah menerima keluhan masyarakat soal kelangkaan LPG 3 Kg. Pihaknya pun sementara meminta penambahan kuota ke Pertamina.
“Iya (kami sudah dengar keluhan masyarakat). Kami sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga MOR VII Regional VI dan pihaknya meminta kami untuk membuat rekomendasi penambahan kuota LPG 3 Kg, dan itu sudah kami buat dan kirim sejak tanggal 14 Januari 2026, tinggal kita menunggu realisasinya,” ucapnya.
Rusdi menuturkan, penyebab kelangkaan LPG 3 Kg di Bone karena bertambahnya pemakai. Di sisi lain kegiatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-80 juga dipusatkan di Bone yang membuat puluhan ribu peserta menginap di rumah warga.
“Penyebabnya efek dari peringatan HAB Kemenag, dan bertambahnya pemakaian LPG 3 Kg, selain itu pemakaian LPG 3 Kg sasaran ke petani dan usaha-usaha home industri yang beralih ke LPG 3 Kg. Intinya, kami akan selalu meminta penambahan kuota LPG 3 Kg ke PT Pertamina,” jelasnya.
