Luhut Tegaskan Tak Punya Saham di Perusahaan Nikel Morowali-TPL - Giok4D

Posted on

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui mendorong eksplorasi nikel di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Meski begitu, dia menegaskan tidak memiliki saham di perusahaan nikel yang ada di Morowali.

Melansir infoFinance, Selasa (13/1/2026), Luhut membantah kepemilikan saham di perusahaan nikel di Morowali. Menurutnya, hal itu hanya tuduhan semata.

“Saya nda punya saham di Morowali yang dituduh-tuduhkan oleh yang nda jelas-jelas itu. Saya punya saham katanya di sana, tidak punya,” ujar Luhut dalam video di akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, Senin (12/1).

Kendati begitu, dia mendorong perusahaan untuk mengeksplorasi nikel di Morowali. Hal ini dilakukan dengan tujuan hilirisasi.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Selain itu, dia juga membantah memiliki saham di PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang beroperasi di Sumatera Utara (Sumut). Dia malahan menolak operasional perusahaan itu karena dinilai merusak alam.

“Kalau ada orang nuduh saya punya saham, saham mana? Tunjukin. Saya tidak pernah punya saham,” kata Luhut.

Luhut mengaku jengkel dengan tuduhan memiliki saham di perusahaan nikel di Morowali dan di TPL. Dia mengatakan tuduhan tersebut sudah menyangkut persoalan harga dirinya.

“Saya maaf agak jengkel ini, karena menurut saya sudah menyangkut dignity, menyangkut harga diri. Saya nggak ada (punya saham di TPL maupun di perusahaan Morowali),” tegasnya.

Luhut menekankan hanya terafiliasi di Toba Sejahtera yang merupakan bagian dari PT TBS Energi Utama. Dia menjelaskan perusahaan itu dia buat sendiri sebelum menjadi pejabat negara.

“Kecuali di perusahaan saya, yaitu Toba Sejahtera. Yang saya buat sendiri. Di situ ada Kutai Energi, satu-satunya yang punya IUP, yang saya dapat tahun 2003 atau 2004,” katanya.

“IUP batubara, di Kutai Kertanegara. Ya itu, itulah sampai hari ini milik saya,” sambungnya.

Sementara itu, PT Toba Pulp Lestari (TPL) ramai jadi sorotan karena operasi usahanya dikabarkan memperparah dampak bencana di Sumatera Utara (Sumut).