Luwu Utara Berhasil Keluar dari 3 Daerah Termiskin di Sulawesi Selatan | Giok4D

Posted on

Kabupaten Luwu Utara berhasil keluar dari daftar tiga daerah termiskin di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2025. Capaian ini diraih dalam waktu kurang dari satu tahun sejak Andi Abdullah Rahim dan Jumail Mappile menjabat sebagai bupati dan wakil bupati.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daereh (Bapperida) Luwu Utara Aspar menekankan pihaknya tidak berpuas diri terhadap capaian ini. Menurut dia, pihaknya akan menjaga konsistensi dalam menekan angka kemiskinan daerah yang semula 13,22% selama beberapa tahun, kemudian bergerak turun menjadi 12,66% sampai 11,24%.

“Bahkan puncak penurunan terjadi di 2025 dimana angka kemiskinan Luwu Utara sudah di angka 10,74%, sehingga mengantarkan Luwu Utara keluar dari zona 3 besar daerah termiskin di Sulsel,” ujar Aspar kepada infosulsel, Minggu (11/1/2026) malam.

Aspar menuturkan capaian positif tersebut adalah hal yang pertama kali sejak Luwu Uatra terbentuk menjadi kabupaten. Dia pun menyinggung sejumlah transformasi kebijakan Pemkab Lutra di balik capaian itu.

“Signifikansi penurunan angka kemiskinan ini tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam menggenjot infrastruktur yang berkelanjutan, utamanya jalan dan jembatan,” ungkapnya.

“Hal ini sejalan dengan upaya Pemda Luwu Utara dalam mengakselerasi penguatan sektor UMKM melalui ekosistem digital, sehingga sektor kreatif lainnya juga bergerak linier,” tambahnya.

Selain itu, kata Aspar, indeks pembangunan manusia (IPM) Luwu Utara turut mengalami kenaikan. Saat ini. Lutra masuk dalam kategori IPM tinggi yaitu 74,81 poin.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

“Peningkatan IPM Luwu Utara ini didorong oleh akses kesehatan yang lebih merata, serta kualitas pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri masa kini. Bapperida mencatat, capaian IPM Luwu Utara sektor kesehatan sudah berada pada angka 87,35 persen, serta sektor pendidikan sudah berada pada angka 63,45 persen,” bebernya.

Aspar menjelaskan capaian indikator kinerja pada sisi pertumbuhan ekonomi di Lutra saat ini juga tak kalah mentereng. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Lutra sudah berada pada angka 5,41% pada triwulan III 2025.

“Angka ini berpotensi bergerak naik menjadi 6%, mengingat angka 5,41% masih dalam triwulan III, sementara data triwulan IV dalam proses pengolahan data,” katanya.

1. Angka Kemiskinan 10,74 persen (36.460 jiwa), terendah sejak Luwu Utara terbentuk
2. IPM 74,81 poin, masuk dalam kategori IPM tinggi
3. Pengangguran 2,39 persen (4.257 jiwa)
4. Nilai transaksi ekonomi (PDRB) 19,69 T, kontribusi terbesar sektor pertanian 10,37 T (52,65%)
5. Pertumbuhan ekonomi 5,41% (Triwulan 3), potensi naik menjadi 6%
6. Pendapatan per Kapita 58,31 juta, daya beli 13.390.000/tahun/kapita
7. Gini Ratio 0,272: terendah di Sulsel (Distribusi pendapatan masyarakat paling merata di Sulsel)
8. Jumlah penduduk 341.520 jiwa, Lutra masih mendapatkan bonus demografi sebesar 69,17%
9. Rawan pangan dari 11 desa, sekarang tersisa 6 desa.