Massa Demo Luwu Raya Tebang 3 Pohon di Walmas, Lalin Antarprovinsi Lumpuh

Posted on

Demonstrasi massa Luwu Raya kembali menutup Jalan Trans Sulawesi dengan menebang pohon di Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebanyak 3 pohon menutupi seluruh badan jalan yang mengakibatkan lalu lintas antarprovinsi Sulsel menuju Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara lumpuh total.

Penebangan pohon tersebut terjadi di Desa Marabuana, Kecamatan Walenrang Utara, Luwu pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Demonstran bersama warga kompak menebang pohon menggunakan senso dan membiarkannya tergeletak menutupi seluruh badan jalan.

“Sudah 3 pohon sekarang yang tutupi jalan, jadi mobil betul-betul tidak bisa jalan, lumpuh total. Bahkan tadi ada sopir truk yang bilang dia sejak kemarin sore terjebak,” ujar seorang sopir travel, Abdi kepada infoSulsel, Sabtu (24/1).

Abdi menuturkan, kemacetan panjang tersebut diperkirakan mencapai 20 kilometer. Menurutnya, kemacetan terjadi mulai dari Kabupaten Luwu Utara.

“Panjang sekali, ada kapang 20 kilometer kalau kita dari bawah Masamba (Lutra), kalau yang dari arah Palopo saya belum tahu tapi na bilang orang panjang sekali juga,” ungkapnya.

Sopir truk asal Sulteng bernama Kaharuddin juga mengaku terjebak di lokasi tersebut sejak kemarin. Dia menjelaskan, kendaraan yang bisa melintasi lokasi tersebut hanya motor dan mobil roda 4.

“Sejak Jumat kami di sini sudah terjebak kemacetan dan sampai saat ini belum ada pergerakan jadi hampir keseluruhan kendaraan yang akan melintas di jalan Trans Sulawesi ini masih bertahan di lokasi tempat demonstrasi,” ujarnya.

“Subuh tadi mobil kecil itu bisa mi melintas, tapi kebanyakan lewat jalan alternatif di Lelong. Kalau mobil truk, sama mobil Pertamina tidak bisa karena kecil jalan,” tambahnya.

Kaharuddin menuturkan, di kondisi tersebut para sopir kesusahan mencari makanan. Dia berharap agar para demonstran membuka jalan tersebut di malam hari.

“Keluhannya itu paling terkait makan, karena selama kami terjebak kemacetan panjang ini warung di sekitar lokasi tidak ada, sehingga kami makan di rumah-rumah penduduk setempat. Mungkin andaikan demo ini dibuka ketika malam mungkin lebih bagus,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang lansia sakit juga sempat terjebak kemacetan demonstrasi massa Luwu Raya di jembatan Baliase, Luwu Utara, Jumat (23/1) malam. Akibatnya, lansia tersebut terpaksa harus ditandu melewati blokade jalan.

“Pengakuan keluarganya itu lansia tiba-tiba loyo, jadi mau dibawa ke RSUD Andi Djemma untuk dirawat,” ungkap seorang warga, Andi Muh Qadri kepada infoSulsel, Sabtu (24/1).

Demonstrasi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 tahun. Massa menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya.

Gambar ilustrasi