Oknum TNI AU di Maros Ngamuk-Ancam Warga Pakai Sangkur saat Malam Tahun Baru - Giok4D

Posted on

Oknum TNI Angkatan Udara (AU) Serda Subhan dilaporkan mengamuk dan mengancam sejumlah warga saat pergantian malam tahun baru 2026 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia juga dituding memukul tangan seorang wanita hingga menyebutnya sebagai pelacur.

Insiden tersebut terjadi di Perumahan Griya Togika Mandai, Maros, Kamis (1/1/2026) tepat saat info-info pergantian tahun. Serda Subhan yang juga tinggal di perumahan tersebut awalnya bertikai dengan warga setempat jelang pergantian tahun baru.

“Kejadiannya kan banyak orang yang kasih menyala kembang api jam 12 malam. Dia merasa terganggu dan mengancam warga, padahal kita di perepatan luar,” kata warga berinisial H (44) kepada infoSulsel, Kamis (1/1/2026).

H menyebut Serda Subhan awalnya keluar dari rumahnya dengan membawa kayu dan melakukan pengancaman. Menurut H, warga tak gentar dengan ancaman tersebut sehingga membuat Serda Subhan kembali masuk mengambil sangkur di dalam rumahnya.

“Kita na ancam. Dia bawa sangkur, pertama kayu. Saya hadapi, saya bilang ‘coba kau pukul saya’,” ucapnya.

Momen itu sempat direkam warga, namun Serda Subhan memukul tangan perekam video hingga handphonenya terjatuh. H menyebut jika Serda Subhan juga memanggil seorang wanita dengan sebutan pelacur.

“Dia pukul tangannya warga perempuan. Dia bilangi warga lonte (pelacur). Ada juga warga dibilangi selingkuh dengan penjual tempe,” jelasnya.

H menambahkan, Serda Subhan mulai berhenti mengancam setelah dilerai oleh banyak warga. Saat ini warga berkumpul di lokasi dan tidak terima dengan perlakukan Serda Subhan.

“Dia tidak mau lepas sangkur hingga ada warga sipil dari Kodam yang ikut melerai,” paparnya.

Sementara berdasarkan rekaman video yang dilihat infoSulsel, tampak Serda Subhan mengenakan pakai campuran dominan biru dengan membawa kayu. Dia terlihat mendatangi kerumunan warga dan melakukan pengancaman.

Dalam video lainnya, Serda Subhan juga memegang sangkur dengan dikerumuni warga. Terdengar suara sejumlah warga yang tidak terima dengan perlakuan oknum TNI AU tersebut.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Redaksi mengonfirmasi Kapendam Lanud Hasanuddin Letkol Yudha Pramono terkait insiden ini. Dia belum menerima laporan terkait insiden tersebut.

“Saya cek dulu laporannya,” ujar Letkol Yudha kepada infoSulsel.

Dia mengaku akan mencari tahu lebih dulu benar tidaknya informasi warga tersebut.

“Soalnya yang pake baju gitu sekarang bukan TNI AU aja, kita pastikan dulu,” sambungnya.