Jalur pendakian di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih ditutup meski operasi SAR pesawat ATR 42-500 PK-THT sudah berakhir. Jalur pendakian akan dibuka jika ekosistem di kawasan taman nasional tersebut sudah kembali pulih.
“Belum dibuka (jalur pendakian Gunung Bulusaraung),” kata Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (Babul), Abdul Rajab kepada infoSulsel, Senin (26/1/2026).
Rajab mengatakan, pihaknya akan melakukan pembersihan dan pemulihan ekosistem. Taman Nasional Babul akan melakukan kegiatan bersih gunung dan pemulihan tersebut pekan ini.
“Kami masih akan melakukan penyiapan kegiatan bersih gunung dan pemulihan ekosistem sebelum kami nyatakan siap untuk dibuka. Kami agendakan minggu ini,” lanjutnya.
Rajab menuturkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) jika ditemukan sisa serpihan pesawat. Namun dia memastikan bagian penting pesawat berupa black box yang dibutuhkan KNKT sudah dievakuasi.
“Info dari KNKT saat konferensi pers bahwa serpihan dan black box (yang sudah dievakuasi) sudah mewakili (untuk) kebutuhan identifikasi. Info pastinya bisa di konfirmasi ke KNKT,” imbuhnya.
Diketahui, Gunung Bulusaraung Pangkep ditutup bagi pendaki sejak pesawat ATR 42-500 dilaporkan jatuh di lokasi pada Sabtu (17/1). Tim SAR gabungan yang berhasil mengevakuasi 10 korban meninggal pun menandai berakhirnya operasi pada Jumat (23/1) malam.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, operasi selanjutnya hanya bersifat kesiagaan rutin yang dilakukan kantor SAR Makassar. Operasi ini akan menindaklanjuti masyarakat apabila kembali ditemukan serpihan atau puing-puing (body part) pesawat yang tersisa.
“Misalkan ada body part yang ditemukan, yang tersisa sekecil apapun itu body part, kewajiban bagi Basarnas untuk melaksanakan operasi evakuasi. Artinya pengambilan badan itu dan akan kita serahkan ke DVI Polri,” kata Syafii saat konferensi pers, Jumat (23/1).
Dia mengaku operasi SAR fokus mengevakuasi seluruh korban dan tidak semua body part pesawat turut diamankan. Tim SAR hanya memprioritaskan mengevakuasi bagian pesawat yang dibutuhkan KNKT seperti black box atau kotak hitam.
“Dari KNKT sudah menyampaikan bahwa dengan bukti black box yang sudah ditemukan dan juga beberapa komponen pesawat yang sudah kita serah terimakan, sementara masih dalam pernyataan cukup,” paparnya.
Dia menambahkan, bagian pesawat yang dievakuasi untuk keperluan investigasi KNKT dalam mengungkap penyebab kecelakaan pesawat. Kendati begitu, Basarnas tetap membuka ruang mengevakuasi body part pesawat lainnya.
“Kecuali misalkan nanti memang dari KNKT membutuhkan bantuan untuk masuk ke lokasi untuk mengevakuasi part yang sekiranya masih sangat dibutuhkan,” jelas Syafii.







